KLIKSUMUT.COM | SURABAYA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi membuka kegiatan Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) untuk penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Seleksi ini menjadi tahapan awal yang krusial dalam memastikan kesiapan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.
Pembukaan seleksi dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/1/2026). Dalam sambutannya, Menhaj menegaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026 merupakan amanah besar negara dan umat yang harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Penyelenggaraan haji bukan pekerjaan biasa. Ini amanah besar. Waktu persiapan kita semakin sempit, sehingga tidak boleh ada kelalaian, apalagi skema coba-coba,” tegas Menhaj.
Menhaj menekankan bahwa Seleksi Petugas Haji Daerah merupakan proses yang sangat serius karena dilaksanakan berdasarkan undang-undang dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
“Seleksi ini dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Saya tegaskan, tidak ada ruang bagi titipan, intervensi, atau kompromi terhadap integritas,” ujar Menhaj.
BACA JUGA: IASC Kembalikan Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital
Menurutnya, kualitas petugas haji akan sangat menentukan mutu layanan jemaah selama di Tanah Suci, sehingga hanya peserta terbaik yang benar-benar layak mengemban tugas tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Menhaj juga mengingatkan bahwa posisi Petugas Haji Daerah (PHD) membawa tanggung jawab moral yang tidak ringan. Pasalnya, kuota petugas daerah diambil dari porsi jemaah haji reguler.
“Setiap petugas wajib membayar kepercayaan itu dengan pengabdian total dan loyalitas penuh. Karena Anda mengambil kursi yang seharusnya milik jemaah, maka pelayanan tanpa pamrih adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Menhaj memastikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 akan berada di bawah pengawasan ketat dan berlapis. Sejumlah lembaga negara seperti Inspektorat Jenderal, BPK, KPK, DPR, DPD, hingga media dan masyarakat akan memantau setiap tahapan penyelenggaraan.
“Setiap penyimpangan pasti tercatat dan setiap kelalaian harus dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun di hadapan publik,” ujarnya.
BACA JUGA: AHY Resmikan 84 Huntara Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Mengakhiri sambutannya, Menhaj berpesan kepada seluruh peserta seleksi agar mengikuti proses secara jujur dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Bertandinglah secara jujur. Jangan tergoda jalan pintas. Pengabdian kepada tamu Allah (Dhuyufurrahman) hanya layak diberikan kepada mereka yang bersih dan siap. Layanilah jemaah dengan sepenuh hati, sebagaimana saudara melayani orang tua sendiri,” pungkasnya. (KSC)
TIM REDAKSI








