Kemenkes Terima Donasi Alat Kesehatan untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Delapan Daerah Jadi Prioritas

Kemenkes Terima Donasi Alat Kesehatan untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Delapan Daerah Jadi Prioritas
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menerima sekaligus menyerahkan bantuan berupa puluhan alat kesehatan (alkes) untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (25/6/2026), sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana.

Bantuan alat kesehatan merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kesehatan bersama kelompok Pemuda Sumatra Utara yang diinisiasi oleh Pahala Nugraha Mansury, Bara Hasibuan, Veranita Yosephine Sinaga, serta sejumlah relawan melalui kegiatan penggalangan dana berbasis komunitas.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengapresiasi kepedulian para donatur yang telah berkontribusi dalam memperkuat pelayanan kesehatan di daerah terdampak bencana.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat seperti ini sangat penting dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana, khususnya di tingkat puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Budi Gunadi Sadikin dikutip, Sabtu (27/6/2026).

Bacaan Lainnya

Menkes menjelaskan pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pemulihan rumah sakit yang terdampak bencana. Namun, dukungan terhadap puskesmas masih terus diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai pihak dan pengajuan tambahan anggaran.

Menurutnya, keberadaan puskesmas sangat vital karena menjadi fasilitas kesehatan pertama yang melayani masyarakat, terutama di daerah terpencil dan terdampak bencana.

Adapun bantuan alat kesehatan yang diserahkan meliputi:

  • 40 unit tensimeter digital
  • 40 unit antropometri kit
  • 40 unit sterilisator kering
  • 40 unit tempat tidur pasien tiga engkol
  • 40 unit stetoskop dewasa
  • 6 unit alat fogging
  • 8 unit dental unit

Seluruh bantuan tersebut akan didistribusikan ke puskesmas yang berada di delapan kabupaten dan kota terdampak bencana hidrometeorologi.

BACA JUGA: Menkes Budi Gunadi: Daging Kambing Tidak Selalu Sebabkan Kolesterol Tinggi Saat Iduladha

Delapan daerah yang menjadi prioritas penerima bantuan meliputi:

  • Kabupaten Aceh Tamiang
  • Kabupaten Aceh Utara
  • Kabupaten Aceh Timur
  • Kabupaten Aceh Tengah
  • Kabupaten Langkat
  • Kabupaten Tapanuli Tengah
  • Kabupaten Tapanuli Selatan
  • Kabupaten Agam

Distribusi bantuan diharapkan mampu mempercepat normalisasi pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Perwakilan donatur dari Pemuda Sumatra Utara, Bara Hasibuan, menjelaskan bantuan tersebut berasal dari hasil kegiatan charity run yang digelar pada awal tahun 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta dan berhasil menghimpun dana yang kemudian dialokasikan untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu proses pemulihan layanan kesehatan masyarakat di daerah terdampak dan menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk saling membantu sesama,” kata Bara.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, Rijalul Fikri, menyampaikan apresiasi atas bantuan alat kesehatan yang diterima.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan setelah bencana hidrometeorologi melanda wilayahnya.

“Atas bantuan berupa alat kesehatan ini tentu sangat berguna untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pascabencana di daerah terdampak. Saat ini puskesmas kami sudah kembali berjalan normal, namun masih membutuhkan perbaikan dan penguatan fasilitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Puskesmas Lokop di Kabupaten Aceh Timur masih memerlukan pembangunan baru karena merupakan salah satu puskesmas rawat inap yang melayani masyarakat di wilayah pedalaman.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Rehabilitasi Bencana Hidrometeorologi Sumatra, Sumarjaya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah terdampak bencana.

BACA JUGA: Diabetes Tipe 2 Mulai Ancam Remaja, Wamenkes Dante: Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu strategi penting dalam membangun sistem kesehatan nasional yang lebih tangguh menghadapi berbagai situasi darurat.

Kementerian Kesehatan juga menegaskan akan terus mendorong keterlibatan masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ketahanan layanan kesehatan nasional, khususnya di wilayah yang rawan bencana, sehingga masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal dalam berbagai kondisi. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait