KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar tidak takut mengonsumsi daging kambing saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Menurutnya, anggapan bahwa daging kambing selalu menjadi penyebab kolesterol tinggi dan hipertensi tidak sepenuhnya benar.
Lewat konten edukasi kesehatan Budi Gemar Sharing (BGS) di Instagram, Menkes Budi menjelaskan bahwa selama ini daging kambing kerap dijadikan “kambing hitam” ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan usai menyantap hidangan kurban.
“Kasihan nih si kambing selalu dituduh menjadi kambing hitam. Dibilang kolesterolnya tinggi lah, lemak jenuhnya tinggi,” ujar Budi, Rabu (27/5/2026).
Menkes Budi mengungkapkan bahwa kandungan lemak jenuh pada daging kambing justru lebih rendah dibandingkan daging sapi. Dalam 100 gram daging kambing, kandungan lemak jenuhnya hanya sekitar 0,72 gram.
Sementara itu, pada jumlah yang sama, daging sapi mengandung sekitar 3 gram lemak jenuh.
BACA JUGA: Jelang Iduladha Stok Daging Kurban di Sumut Aman
Tak hanya itu, kadar kolesterol daging kambing juga disebut lebih rendah dibanding beberapa jenis daging lainnya. Daging kambing memiliki sekitar 64 mg kolesterol per 100 gram, sedangkan daging sapi mencapai 73 mg dan daging ayam sekitar 76 mg.
Menurut Menkes, lonjakan kolesterol maupun tekanan darah saat Iduladha lebih sering dipicu oleh cara pengolahan makanan dan pola konsumsi yang berlebihan.
Ia menyebut penggunaan santan, garam, minyak berlebih, hingga makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat menjadi faktor utama yang memicu gangguan kesehatan saat hari raya.
Karena itu, masyarakat diminta tetap bijak dalam menikmati sajian khas Iduladha seperti sate kambing, gulai, maupun tongseng.
Menkes Budi juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan seimbang selama momen Iduladha. Konsumsi daging sebaiknya diimbangi dengan sayur, buah, dan aktivitas fisik agar tubuh tetap sehat dan bugar.
BACA JUGA: Marlina Muzakir Bagikan Daging Meugang ke Warga Kurang Mampu
“Jangan tinggalkan daging kurban kalian, atur aja jumlahnya agar tetap sehat,” ujar Menkes Budi.
Imbauan tersebut sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat agar tidak langsung mengaitkan daging kambing dengan berbagai penyakit tanpa memahami kandungan gizinya secara menyeluruh.
Momentum Iduladha pun diharapkan tetap menjadi ajang berbagi dan menikmati hidangan kurban dengan sehat, aman, dan penuh kebersamaan. (KSC)
TIM REDAKSI








