KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp250 juta bagi warga yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., MM, di Medan, Senin (1/12/2025).
Kepala Subdit PAI pada PTU Ditjen PAI, Khaerul Umam, yang hadir langsung di Sumatera Utara, mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama agar penggalangan dan distribusi bantuan dilakukan terkoordinasi, cepat, tepat, dan terukur.
“Bantuan ini kita salurkan untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir dan longsor. Semoga bisa mempercepat pemulihan layanan pendidikan,” ujarnya.
Menanggapi kondisi darurat di Sumatera, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin telah menerbitkan Edaran Nomor 5818/SJ/B.VI/Kp.01.2/11/2025 yang mengimbau seluruh ASN Kemenag untuk turut berkontribusi dalam penanganan bencana.
Khaerul Umam menambahkan bahwa banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan wilayah lainnya telah menyebabkan kerusakan signifikan pada lembaga pendidikan Islam.
“Ruang kelas terendam, asrama santri rusak, dan banyak perlengkapan belajar hanyut terbawa arus,” ungkapnya.
Ditjen Pendidikan Islam memastikan asesmen terhadap kerusakan dan kebutuhan pemulihan madrasah dan pesantren terus dilakukan. Pemantauan intensif juga digelar untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan begitu kondisi dinyatakan aman.
Koordinasi berjenjang dilakukan bersama Kanwil Kemenag di tiga provinsi terdampak, termasuk Kepala Bidang Pendidikan Madrasah dan Pendidikan Pesantren, untuk menghimpun laporan terkini terkait situasi di lapangan.
Sebagai langkah mitigasi terhadap potensi keterlambatan belajar, Kemenag juga mengarahkan madrasah dan pesantren yang tidak terdampak untuk memberikan dukungan berupa: peminjaman ruang kelas sementara, penyesuaian jadwal belajar, dan opsi pembelajaran jarak dekat bagi siswa dan santri terdampak.
“Kami memastikan proses pendidikan tetap berjalan meski harus melalui sejumlah penyesuaian. Upaya pemenuhan kebutuhan madrasah dan pesantren terus kami lakukan,” tambah Khaerul Umam.
BACA JUGA: Pemerintah Kerahkan Pesawat TNI Percepat Bantuan Banjir Aceh
Ia menegaskan bahwa pemulihan pendidikan keagamaan merupakan tanggung jawab bersama, dan Kemenag berkomitmen memastikan seluruh anak tetap mendapatkan hak pendidikannya.
Kepala Kanwil Kemenagsu, didampingi Ketua Tim PAI Bidang Pakis H. Muhammad Asrul, S.Ag., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Ditjen PAI.
“Kami ucapkan terima kasih atas bantuannya. Kami akan menyalurkannya kepada pihak yang berhak sesuai kebutuhan. Semoga bencana ini segera berlalu dan anak-anak dapat kembali bersekolah,” ujarnya. (KSC))
TIM REDAKSI








