KLIKSUMUT.COM – Dunia hiburan Indonesia pernah diwarnai eksperimen unik dari grup idola ternama JKT48 melalui sub-unit bernuansa lokal, JKT48 Dangdut atau yang dikenal juga sebagai 4 Duren. Sub-unit ini menjadi bukti bahwa musik dangdut sebagai identitas budaya Indonesia mampu dikolaborasikan dengan konsep idol Jepang yang modern.
Sub-unit JKT48 Dangdut resmi diperkenalkan pada 26 Agustus 2015, bertepatan dengan perilisan single ke-11 Halloween Night. Berbeda dari konsep sebelumnya yang menghadirkan posisi undergirls, JKT48 justru menghadirkan sesuatu yang segar dengan membentuk unit dangdut beranggotakan Sendy, Dhike, Naomi, dan Chikarina (Siti Rinayanti).
Langkah ini bukan tanpa alasan. Dangdut dipilih sebagai bentuk eksplorasi musik khas Indonesia agar lebih dekat dengan masyarakat luas, sekaligus memperluas warna musikal JKT48 yang selama ini identik dengan pop Jepang.
BACA JUGA: Gulali JKT48: Sub-Unit Ikonik yang Lahir dari Ide Fans dan Berakhir Tanpa Pengumuman
Rencana besar pun sempat disiapkan. Dalam Event Bersalaman Individual single tersebut, JKT48 Dangdut dijadwalkan menggelar konser bertajuk Pantura, yang terinspirasi dari jalur pantai utara Jawa—ikon perkembangan musik dangdut di Indonesia.
Namun perjalanan sub-unit ini tidak selalu mulus. Setelah dua anggotanya, Dhike dan Sendy, lulus dari JKT48, manajemen mengambil langkah untuk melakukan regenerasi. Pada 21 Juni 2017, melalui acara spesial “JKT48 Band & Dangdut Audition” di Teater JKT48, dilakukan seleksi anggota baru.
Dari proses audisi tersebut, terpilih dua nama baru yaitu Dena dari Team J dan Rona dari Team KIII untuk melanjutkan eksistensi JKT48 Dangdut. Harapannya, formasi baru ini mampu menghidupkan kembali semangat dangdut dalam tubuh JKT48.
BACA JUGA: JKT48: Dari Teater Kecil ke Panggung Global
Sayangnya, seiring berjalannya waktu, aktivitas sub-unit ini semakin meredup. Tanpa pengumuman resmi, JKT48 Dangdut atau 4 Duren akhirnya dinyatakan bubar secara tidak langsung, menyusul tidak adanya anggota yang tersisa dalam unit tersebut.
Meski telah tiada, JKT48 Dangdut tetap dikenang sebagai salah satu inovasi paling berani dalam sejarah JKT48. Eksperimen ini menunjukkan bahwa musik dangdut tidak hanya bertahan sebagai genre tradisional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tren modern dan generasi muda. (KSC)
TIM REDAKSI








