KLIKSUMUT.COM – Dunia idol Indonesia pernah diramaikan oleh kehadiran sub-unit unik dari JKT48 bernama Gulali. Dibentuk pada 28 Desember 2014, Gulali menjadi sub-grup pertama dalam sejarah JKT48 yang menghadirkan konsep berbeda dengan sentuhan langsung dari para penggemar.
Sebelum resmi dibentuk, pihak official JKT48 mengajak fans berpartisipasi dalam menentukan nama proyek ini melalui tagar #NAMAHARUKAPROJECT di Twitter. Inisiatif ini langsung mendapat antusias tinggi dari komunitas penggemar, hingga akhirnya nama “Gulali” terpilih sebagai identitas sub-unit tersebut.
Yang membuat Gulali semakin spesial, seluruh konsep anggota dan kostum ditentukan langsung oleh Haruka Nakagawa, salah satu member paling populer saat itu.
Gulali langsung mencuri perhatian publik saat tampil di perayaan 3rd Anniversary JKT48 di Tennis Indoor Senayan pada 27 Desember 2014. Mereka membawakan dua lagu andalan, yaitu: Chu Chu Chu Hanya Untukmu dan Jadi Diri Sendiri.
BACA JUGA: JKT48: Dari Teater Kecil ke Panggung Global
Penampilan energik dan konsep fresh membuat Gulali cepat dikenal sebagai sub-unit yang penuh warna di kalangan fans idol.
Perjalanan Gulali tidak selalu mulus. Pada 22 April 2016, salah satu member, Grace Octaviani, resmi lulus dari JKT48. Tak lama kemudian, Haruka juga mengumumkan kelulusannya yang direncanakan pada akhir 2016.
Dalam acara besar “The Untold Story of JKT48” di Stadion GBK Jakarta pada 7 Mei 2016, Gulali memperkenalkan dua anggota baru sebagai pengganti, yaitu: Ayana Shahab dan Feni Fitriyanti
Regenerasi ini menjadi upaya mempertahankan eksistensi Gulali di tengah perubahan besar dalam grup.
BACA JUGA: MNCTV Sajikan Program Spesial Lebaran, Hadirkan Keceriaan untuk Keluarga
Seiring waktu, aktivitas Gulali semakin jarang terlihat. Setelah Ayana Shahab lulus dari JKT48 pada 2019, sub-unit ini praktis tidak lagi aktif. Menariknya, tidak ada pengumuman resmi terkait pembubaran Gulali, meskipun Feni Fitriyanti masih berstatus sebagai member JKT48 hingga kini.
Meski telah “menghilang” tanpa kejelasan, Gulali tetap dikenang sebagai sub-unit inovatif yang lahir dari kolaborasi unik antara manajemen dan fans. Konsepnya menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan JKT48, sekaligus bukti kuatnya peran komunitas dalam membentuk sejarah idol di Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI








