Jamrud: Legenda Rock Cimahi yang Guncang Indonesia

Jamrud: Legenda Rock Cimahi yang Guncang Indonesia
Jamrud

KLIKSUMUT.COM – Siapa yang tak kenal Jamrud, band rock dan heavy metal asal Cimahi, Jawa Barat, yang sukses menjadikan musik cadas sebagai arus utama di Indonesia sejak era 1990-an? Berawal dari band bernama Jamrock, grup ini berhasil menjual lebih dari 5 juta album di dalam negeri sebuah pencapaian luar biasa untuk genre rock di Tanah Air.

Jamrud lahir pada 19 Januari 1984 dengan nama Jamrock. Formasi awalnya terdiri dari Azis MS (gitar), Ricky Teddy (bas), Agus (drum), dan Oppi (vokal). Namun, perubahan besar terjadi ketika Krisyanto bergabung sebagai vokalis, bersama gitaris Fitrah Alamsyah dan drummer Sandy Handoko.

Popularitas mereka melonjak setelah tampil di berbagai festival rock di Bandung. Pada 1996, pertemuan dengan produser legendaris Log Zhelebour menjadi titik balik. Di bawah naungan Logiss Records, Jamrock resmi berganti nama menjadi Jamrud, dan merilis album debut berjudul Nekad.

“Nekad” langsung sukses dengan penjualan 150 ribu kopi dengan pencapaian besar untuk album debut bergenre rock saat itu.

BACA JUGA: Perjalanan Karir Band PADI: Dari Nol hingga Menjadi Legenda Musik Indonesia

Bacaan Lainnya

Kesuksesan Jamrud terus menanjak lewat album Putri (1997) dan Terima Kasih (1998), yang masing-masing terjual ratusan ribu kopi. Namun puncak kejayaan mereka diraih pada tahun 2000 lewat album fenomenal Ningrat.

Dengan single legendaris seperti “Surti-Tejo” dan “Pelangi di Matamu”, Ningrat terjual lebih dari 2 juta kopi, menjadikannya album rock terlaris keempat di Indonesia dan salah satu dari 10 album terlaris sepanjang masa.

Album ini menyapu 5 penghargaan AMI Awards 2000, memperkuat posisi Jamrud sebagai band rock terbaik Indonesia.

Kesuksesan Jamrud sempat diiringi duka mendalam. Pada Agustus 1999, gitaris Fitrah Alamsyah meninggal dunia akibat overdosis, disusul Sandy Handoko yang wafat setahun kemudian.

Demi menghormati wasiat Fitrah, posisi gitaris tidak pernah digantikan secara resmi. Drummer Suherman Husin kemudian mengisi posisi drum menggantikan Sandy.

Album selanjutnya, Sydney 090102 (2002), direkam di Studio 301 Sydney, Australia, dan menjual lebih dari 1,4 juta kopi. Lagu-lagu seperti “Waktuku Mandi” dan “Selamat Ulang Tahun” menjadi anthem generasi 2000-an, bahkan masih sering diputar di pesta ulang tahun hingga kini.

Namun, pada 2007, Krisyanto mengejutkan publik dengan mengundurkan diri dari Jamrud. Ia mengaku jenuh dan mengalami konflik internal. Meski sempat bersolo karier, Krisyanto akhirnya kembali ke formasi Jamrud pada tahun 2012.

BACA JUGA: Dari “Kau yang Terindah” hingga “Teman Sehati”, Java Jive Buktikan Musik Berkualitas Tak Lekang oleh Waktu

Dengan total lebih dari 5 juta kopi album terjual dan deretan penghargaan nasional, Jamrud tetap menjadi salah satu band paling berpengaruh di Indonesia. Lagu-lagu mereka tidak hanya dikenal, tapi diwariskan lintas generasi.

Beberapa penghargaan yang pernah diraih: AMI Awards: Grup Rock Terbaik (1999, 2000, 2002), Penjualan Platinum untuk hampir semua album dan Gen-B Awards: Grup Rock Terbaik. (KSC)

Pos terkait