KLIKSUMUT.COM – Band PADI merupakan salah satu legenda musik Indonesia yang kisah perjalanan karirnya penuh inspirasi dan perjuangan. Terbentuk pada 8 April 1997 di Surabaya, PADI memulai perjalanan musiknya dari nol, melewati berbagai tantangan, hingga akhirnya menjadi grup musik yang dicintai oleh berbagai kalangan.
Sebelum dikenal dengan nama PADI, band ini awalnya bernama SODA, yang terbentuk pada Oktober 1996 di kampus Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Nama PADI sendiri dicetuskan pada 8 April 1997 oleh Ari Lasso, salah satu personel awal, yang terinspirasi dari tumpukan padi di rumah anggota band. Filosofi nama PADI, “semakin berisi semakin merunduk,” melambangkan sikap rendah hati dan harapan agar musik mereka bisa dinikmati oleh semua orang.
Karir PADI tidak berjalan mulus sejak awal. Mereka pernah mengalami masa-masa sulit seperti harus tidur di stasiun kereta api karena kehabisan tiket, dan bahkan pernah makan nasi basi saat perjalanan. Namun, perjuangan itu tidak membuat mereka menyerah. Pada suatu kesempatan, PADI berhasil tampil di sebuah pub di Surabaya, yaitu Colors, yang menjadi titik balik ketika perwakilan Sony Music Indonesia melihat penampilan mereka dan menawarkan kesempatan rekaman.
Debut PADI dalam dunia rekaman dimulai dengan album kompilasi Indie Ten pada tahun 1998 dengan single hits “Sobat”. Kesuksesan mereka berlanjut dengan album studio seperti Lain Dunia (1999) dan Sesuatu Yang Tertunda (2001), yang menampilkan kolaborasi legendaris dengan musisi senior Iwan Fals. Album ini berhasil terjual sekitar 500.000 kopi hanya dalam waktu seminggu.
Personel PADI terdiri dari Fadly (vokal), Piyu (gitar), Ari (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drum). Meski meraih sukses besar, PADI sempat vakum akibat masalah komunikasi internal yang sulit diatasi. Namun, selama masa vakum dari 2015 hingga 2017, mereka merenungkan dan membuat perjanjian tertulis demi menyatukan kembali semangat mereka untuk comeback.
PADI memiliki katalog musik yang kaya, termasuk album studio: Lain Dunia (1999), Sesuatu Yang Tertunda (2001), Save My Soul (2003), Padi (2005), Tak Hanya Diam (2007) dan Indera Keenam (2019).
BACA JUGA: Stinky Band Legendaris Tahun 90-an
Selain itu, mereka juga merilis album kompilasi dan hits seperti “Terbakar Cemburu” dan “Sahabat Selamanya”, serta berkontribusi dalam album bersama seperti 90’s Hits Best Indonesian Bands (2015).
Perjalanan karir band PADI adalah bukti nyata bahwa kesuksesan membutuhkan kerja keras, ketekunan, dan kesabaran. Dari sebuah band kampus kecil di Surabaya, PADI berhasil menjadi ikon musik Indonesia yang dihormati dan dikenang oleh banyak generasi. (KSC)








