Jamaica Cafe: Grup Vokal A Cappella Legendaris Indonesia yang Tetap Eksis Sejak 1991

Jamaica Cafe: Grup Vokal A Cappella Legendaris Indonesia yang Tetap Eksis Sejak 1991
Jamaicacafe (foto/ist)

KLIKSUMUT.COMDunia musik Indonesia memiliki banyak warna, salah satunya datang dari grup vokal a cappella Jamaica Cafe yang telah eksis lebih dari tiga dekade. Dibentuk pada tahun 1991, Jamaica Cafe dikenal sebagai salah satu pionir grup vokal a cappella di Indonesia yang konsisten menghadirkan eksplorasi suara unik tanpa dominasi alat musik.

Selama lebih dari 30 tahun perjalanan kariernya, Jamaica Cafe telah tampil di berbagai panggung hiburan, mulai dari kafe, stasiun televisi, hingga acara khusus di berbagai kota di Indonesia dan mancanegara.

Perjalanan Jamaica Cafe bermula dari kantin SMA Kolese Gonzaga, tempat para anggotanya sering berkumpul dan menyalurkan kreativitas musik secara spontan.

Pada awal 1990-an, musik reggae sedang digandrungi anak muda. Dari kebiasaan bernyanyi santai di kantin sekolah inilah lahir istilah “Cafe”, yang merujuk pada tongkrongan mereka.

Ketika mendapat kesempatan tampil dalam acara tahunan di SMA Labschool Jakarta, mereka memutuskan menggunakan nama “Jamaica Cafe”. Nama tersebut menggabungkan nuansa reggae dari kata “Jamaica” dengan suasana tongkrongan kantin yang mereka sebut “Cafe”.

Bacaan Lainnya

Pada tahun 1996, Jamaica Cafe resmi memutuskan menjadi grup a cappella profesional. Dengan kreativitas mengaransemen lagu menggunakan suara manusia sebagai instrumen utama, mereka membawa warna baru di panggung musik Indonesia.

Grup ini akhirnya menetapkan formasi enam personel, yakni: Prihartono “Anton” Mirzaputra – Bariton 1, falsetto, perkusi, Michael “Biyik” da Lopez – Bariton 2, Hekko Wicaksono – Tenor 1, beatbox, trompet, perkusi, Enriko “Iko” Simangunsong – Tenor 2, Pambudi “Bayu” Bayuseno – Bass dan Jimmy – Bariton 3, falsetto, trompet

Dalam perjalanannya, formasi Jamaica Cafe sempat mengalami beberapa perubahan personel, namun konsep enam vokalis tetap dipertahankan hingga kini.

BACA JUGA: Jagostu, Proyek Musik Eross Candra di Luar Sheila On 7

Jamaica Cafe dikenal tidak membatasi diri pada satu genre musik. Mereka mengeksplorasi berbagai jenis musik melalui vokal, mulai dari reggae, rock, disko, etnik, hingga dangdut.

Salah satu proyek penting mereka adalah keterlibatan dalam album kompilasi Erwin Gutawa bertajuk Salute to Koes Bersaudara Plus pada tahun 2003 dengan membawakan lagu “Nusantara II”.

Pada Desember 2012, Jamaica Cafe merilis album kedua berjudul Twenty One melalui label Demajors Independent Music Industry. Bersamaan dengan itu, mereka juga merilis singel “Permaisuriku” yang diputar serentak di radio di 12 kota besar Indonesia pada tanggal unik 12-12-12 pukul 12:12.

Video klip lagu tersebut menampilkan Davina Veronica sebagai model.

Tidak hanya di Indonesia, Jamaica Cafe juga aktif tampil di berbagai panggung internasional. Mereka pernah tampil di Esplanade Concert Hall di Singapore pada tahun 2005 dan kembali pada 2007 dalam acara A Cappella Festival Singapore.

Pada 2016, Jamaica Cafe juga menggelar konser di lima kota di Japan, yakni Tokyo, Chiba, Nagano, Aichi, dan Mie. Dalam tur tersebut, mereka membawakan lagu “Hana wa Saku” serta “Ue o Muite Aruko” yang dikenal dunia sebagai “Sukiyaki”.

Sepanjang kariernya, Jamaica Cafe juga berkolaborasi dengan berbagai musisi ternama Indonesia dan internasional, seperti: Glenn Fredly, Andre Hehanussa, Erwin Gutawa, Neri Per Caso dari Italia, INSPI dari Jepang dan Nash dari Malaysia. Kolaborasi ini semakin memperkaya eksplorasi musik vokal yang menjadi ciri khas Jamaica Cafe.

Eksistensi Jamaica Cafe terus terlihat hingga sekarang. Mereka sempat tampil pada pembukaan Asian Para Games 2018 dengan membawakan lagu “Gemu Fa Mi Re” dan lagu dari Justin Bieber.

BACA JUGA: J-Rocks: Band Rock Indonesia yang Mendunia hingga Rekaman di Abbey Road

Terbaru, pada 2025 beberapa anggota Jamaica Cafe tampil dalam pertunjukan Opera Komedi Samadi yang digelar di Pusat Pastoral Samadi, Jakarta.

Lebih dari sekadar grup vokal, Jamaica Cafe telah membuktikan bahwa kreativitas suara manusia mampu menghadirkan pertunjukan musik yang unik, segar, dan bertahan lintas generasi. Dengan pengalaman panjang dan eksplorasi musik yang luas, Jamaica Cafe tetap menjadi salah satu ikon a cappella Indonesia. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait