REPORTER: Dalil Harahap
KLIKSUMUT.COM | KUALATUNGKAL – Peran seorang mualim di atas kapal tidak hanya soal navigasi dan pengawasan alat keselamatan. Hal ini dibuktikan oleh Muhammad Alam Udin, Mualim III KM Sembilang milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam, yang mengedepankan pelayanan menyeluruh kepada penumpang, bahkan hingga ke ranah spiritual dan sosial, Selasa (5/8/2025).
“Dari akarnya kita melayani penumpang, agar tahu langsung apa yang mereka butuhkan dan keluhkan,” ungkap Udin saat ditemui di *Dermaga Penyeberangan Roro Kualatungkal.
Sebagai perwira di atas kapal, Udin tidak hanya bertanggung jawab atas aspek teknis. Ia juga hadir langsung saat penumpang naik kapal, membantu mengangkat barang bawaan, memeriksa tiket, hingga memastikan kendaraan yang masuk kapal dalam kondisi aman.
“Kami cek ban mobil, pastikan tidak goyang saat berlayar, dan kami yang ikat agar stabil,” jelasnya.
Tidak hanya itu, KM Sembilang juga menyediakan ruangan khusus untuk ibu menyusui, serta layanan salat berjamaah Magrib, Isya, dan Subuh di lantai 3 kapal. Udin, yang juga menjadi koordinator kegiatan ibadah, bertugas menyiapkan sajadah dan perlengkapan salat.
BACA JUGA: Perkuat Industri dan Sosial, Wagub Aceh dan Dirut SIG Bahas SIA Laweung dan Pelabuhan Strategis
Sebagai Mualim III, Udin menjabat sebagai Perwira Keselamatan (Safety Equipment Officer). Ia bertanggung jawab penuh terhadap peralatan darurat seperti sekoci (lifeboat), pelampung (life jacket dan lifebuoy), **alat pemadam kebakaran (APAR), hingga bendera keselamatan kapal.
Dalam kesehariannya, Udin juga aktif memberikan edukasi kepada penumpang. “Kalau ada HP atau dompet tertinggal, mohon jangan diambil. Kembalikan ke kru kapal atau pemiliknya,” tegasnya.
Ia juga menghimbau penumpang agar tidak membuang sampah ke laut atau ke toilet kapal, melainkan ke tempat sampah yang telah disediakan.
Udin telah mengabdi di dunia pelayaran sejak tahun 2001 sebagai tenaga honorer, dan baru resmi menjadi pegawai tetap ASDP pada tahun 2010. Ia pernah bertugas di wilayah Papua, sebelum akhirnya pindah ke Batam pada akhir 2012.
“Saya mulai dari bawah, tahu betul bagaimana rasanya melayani dengan hati,” kenangnya.
Terkait pelayanan di Pelabuhan Roro Kualatungkal, Udin menyebut kondisi saat ini sudah jauh lebih baik. Penumpang tertib, antrean terarah, dan kerja sama dengan pengelola pelabuhan berjalan baik.
Sementara itu, Koordinator Pelabuhan Penyeberangan Roro Kualatungkal dari Dinas Perhubungan Tanjung Jabung Barat, Abdi Siregar, menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya menambah armada.
“Kami sudah surati PT ASDP dan PT Jembatan Nusantara, supaya ada kapal pengganti. Tapi saat ini sebagian kapal masih dalam proses docking,” jelas Abdi, yang juga menjabat sebagai Kasubag TU Pengelola Prasarana Perhubungan Dishub Tajab. (KSC)








