HMI Refleksi Akhir Tahun 2025: Tantangan Keumatan dan Kebangsaan

HMI Refleksi Akhir Tahun 2025: Tantangan Keumatan dan Kebangsaan
DIALOG PUBLIK: HMI Komisariat Al-Kautsar Sabilillah menggelar dialog publik refleksi akhir tahun 2025 di Aula Kantor Camat Rantau Selatan, Labuhanbatu, Minggu (28/12/2025). (FOTO: Arif Genta Buana)

KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU ~ Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Al-Kautsar Sabilillah menggelar dialog publik bertema “Refleksi Akhir Tahun 2025 HMI: Tantangan Keumatan dan Kebangsaan” di Aula Kantor Camat Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (28/12/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan peran kader HMI dalam menjawab berbagai persoalan umat dan bangsa menjelang akhir tahun.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam dialog publik tersebut perwakilan komisariat dan Formatur Ketua Umum Terpilih HMI Cabang Labuhanbatu Raya Periode 2025-2026, Baginda Sagala. Selain itu juga hadir serta Ketua Umum HMI Komisariat Sekawasan Cabang Labuhanbatu Raya.

Turut hadir narasumber Al-ustdz Sabaruddin Pohan, S.Sos, dan Doly Ahmad Tarmizi Simanjuntak, ST, MM, dan para undangan.

BACA JUGA: Catatan Akhir Tahun 2025: Korupsi di Sumut, PNS Jadi Aktor Paling Dominan

Refleksi Kader HMI Menyambut Akhir Tahun

Ketua Umum HMI Komisariat Al-Kautsar Sabilillah Periode 2025–2026, Dharma Yuda, membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh hadirin dan narasumber yang telah meluangkan waktu untuk hadir.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya refleksi akhir tahun sebagai sarana evaluasi diri dan organisasi.

“Mari sama-sama kita dengarkan dan merefleksikan apa nanti yang disampaikan oleh narasumber, dan bisa kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Dharma Yuda.

BACA JUGA: Badko HMI Desak Presiden Prabowo Tetapkan Bencana Nasional Banjir Bandang

Perbedaan Pandangan Perkuat Kedewasaan Berorganisasi

Formatur Ketua Umum Terpilih HMI Cabang Labuhanbatu Raya Periode 2025–2026, Baginda Sagala, turut menyampaikan sambutan dan mengapresiasi terselenggaranya dialog publik tersebut. Ia menilai forum refleksi akhir tahun sebagai ruang strategis untuk memperkuat persatuan kader HMI di tengah perbedaan pandangan.

Baginda menegaskan bahwa dinamika perbedaan persepsi, termasuk dalam proses pemilihan kepemimpinan, merupakan bagian dari proses pendewasaan organisasi.

“Perbedaan pandangan bukan alasan kita untuk terpecah belah, tetapi perbedaan itu menjadi suatu keindahan untuk kita lebih dewasa bersama-sama mencapai tujuan HMI,” ujarnya.

BACA JUGA: PB HMI Desak Pemerintah Hentikan Pembaruan HGU PT Socfindo

Dialog Interaktif Bahas Tantangan Keumatan dan Kebangsaan

Dialog publik berlanjut dengan pemaparan materi oleh narasumber Kanda Al-Ustadz Sabaruddin Pohan, S.Sos., dan Kanda Doly Ahmad Tarmizi Simanjuntak, ST, MM.

Para narasumber mengulas berbagai tantangan keumatan dan kebangsaan yang dihadapi HMI di era kontemporer.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan peserta aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan. Kegiatan berakhir dengan doa bersama dan penutup sebagai penegasan komitmen kader HMI untuk terus berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa. (KSC)

REPORTER: Arif Genta Buana

Pos terkait