Pelindo Gunungsitoli Akui Pelabuhan Semrawut dan Kinerja Buruk, KSOP dan Pelindo Saling Lempar Tangungjawab

Pelindo Gunungsitoli Akui Pelabuhan Semrawut dan Kinerja Buruk, KSOP dan Pelindo Saling Lempar Tangungjawab
Tumpukan kontainer Tol Laut di terminal dermaga cargo yang seharusnya tidak boleh di inapkan di apron pelabuhan. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | GUNUNGSITOLI – Fakta mengejutkan terungkap dalam audiensi Tim Pers dengan Manajemen PT Pelindo Regional 1 Cabang Gunungsitoli, Rabu, 21 Oktober 2026. Setelah berminggu- minggu disorot karena manajemen alokasi dermaga yang carut- marut, Pelindo akhirnya mengakui sendiri bahwa Pelabuhan Gunungsitoli dalam kondisi semrawut, tidak steril, dan kinerjanya buruk.

Pengakuan itu disampaikan langsung Junior Manager Bisnis Teknik PT. Pelindo Gunungsitoli, Yakob Adian Nadeak, di hadapan sejumlah wartawan.

Yakub Nadeak: Pelabuhan Kurang Steril, Personil Keteter.

Menanggapi temuan wartawan tentang tumpang tindihnya fungsi dermaga kargo yang dipakai kapal penumpang, jalur penumpang yang hanya dibatasi tali plastik roboh, hingga masyarakat bebas memancing di samping kapal bongkar semen, Yakob tidak membantah.

BACA JUGA: Pelindo Multi Terminal Siaga 24 Jam Hadapi Angkutan Lebaran 2026

“Memang di kita agak kurang steril pelabuhan kita. Kami memang menyadari bahwa personel keamanan kami terbatas,” akunya.

Ia membeberkan, untuk menjaga pelabuhan seluas itu, Pelindo hanya punya 6 orang sekuriti. 5 orang bekerja, 1 off. Shift pagi jam 07.00-14.00 hanya 2 orang, siang jam 14.00- 22.00 hanya 1 orang, malam 2 orang.

“Kami memang keteter,” kata Yakob.

Bacaan Lainnya

Untuk pembatas keselamatan, ia mengaku hanya mengandalkan cone dan police line yang menurutnya sering digeser oleh warga yang memancing. Akibatnya, penumpang yang naik ke kapal RoRo harus berbagi satu akses jalan yang sama dengan truk tronton pengangkut semen.

Yang paling fatal, Pelindo mengakui kinerja bongkar muat di Pelabuhan Gunungsitoli buruk dan tidak memenuhi standar KSOP sebesar 30 Ton/Gang/Jam.

“Sebenarnya kinerja kita di sini buruk, Pak. Buruk kinerja kita di sini,” ujar Yakob berulang kali.

Ia mengungkapkan, kapal bisa tertahan sandar hingga 2 minggu karena gudang penuh dan kinerja PBM lain lambat. “Setiap bulan di kantor pusat kami kena marah terus, ‘Ini kenapa di Gunungsitoli lama- lama kali kapal sandar?’,” ungkapnya.

Dari 3 Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang ada, hanya Pelindo yang mampu mengeluarkan kapal dalam 3 hari dengan 1.000 ton per hari. PBM lain butuh 7- 8 hari bahkan 2 minggu.

Audiensi ini juga membongkar adanya miskomunikasi kronis dan saling lempar tanggung jawab antara Pelindo sebagai operator (BUP) dan KSOP Gunungsitoli sebagai regulator.

Soal izin sandar kapal, Yakob lempar ke KSOP: “Izin sandar itu di KSOP, Pak, bukan di kami.”

Soal kinerja PBM lain yang buruk, ia juga lempar ke KSOP: “Kami tidak bisa memaksa PBM yang lain, itu memang ranahnya KSOP. Harusnya mereka yang mengevaluasi.”

Sebaliknya, soal larangan kegiatan lembur bongkar muat semen jam 19.00- 22.00 WIB yang dipicu protes keselamatan penumpang, Pelindo menyalahkan KSOP.

Yakob mengakui sempat cekcok dan berdebat seru dengan Plt. Kepala KSOP Gunungsitoli, Ibu Siti Mawarni Sihura pada 3 Oktober lalu. KSOP melarang lembur karena membahayakan penumpang, sementara Pelindo ngotot harus lembur karena sudah bayar buruh dan pemilik barang dari Jakarta strict soal waktu.

“Selama 10 bulan ini sudah berjalan lembur, kenapa baru sekarang Ibu itu baru sadar? Kami minta dibuatkan surat dari KSOP sebagai dasar ke pemilik barang,” kata Yakob.

Ia berdalih, operasional 24 jam diizinkan dalam PMKU, sehingga butuh surat pembatalan juga.

BACA JUGA: PT Pelindo Regional 1 Belawan sambut Kunjungan Kerja Anggota Komisi VII DPR RI di Terminal Penumpang Bandar Deli

Untuk menutupi tumpang tindih dermaga penumpang yang dipindah ke dermaga kargo, Pelindo beralasan karena dermaga multipurpose sedang rekonstruksi 10 bulan sejak Januari 2026 karena jebol akibat truk ODOL dan belum diserahterimakan kontraktor. Sementara truk semen diizinkan karena muatannya hanya 7,5 ton dan terukur.

Namun hingga investigasi wartawan dilakukan, tidak terlihat aktivitas renovasi di lapangan. Justru kapal kargo yang sandar di dermaga multipurpose.

Terkait dugaan penahanan kontainer Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 2 berisi Aqua selama 6 hari di apron, Yakob membantah dan mengklaim hanya 2×24 jam karena harus bergantian dengan 4 kapal RoRo yang masuk pagi hari dan kapal LBN 2 yang datang lebih dulu.

Meski telah mengakui kesemrawutan, Pelindo baru berjanji akan berbenah sebelum angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan menambah water barrier orange dan mengembalikan operasional RoRo ke dermaga multipurpose.

Janji yang sama yang selalu terdengar setiap tahun, sementara penumpang tetap bertaruh nyawa di pelabuhan yang diakui pengelolanya sendiri tidak aman.

Kondisi akan terus dikawal oleh media, sampai ada realisasi perbaikan terkait tatakelola PT. Pelindo I Cabang Gunungsitoli. (KSC)

Reporter: Martinus Gea

Pos terkait