“Inilah yang kami namakan berproses hingga benar-benar matang. Tidak dipaksakan, tidak gegabah, tapi juga tidak terlambat, karena kita butuh waktu untuk berjuang di lapangan,” sambungnya.
AHY berharap koalisi itu terbentuk sudah satu paket yang menentukan. “Menentukan itu dalam arti membawa harapan perubahan dan perbaikan itu. Pada akhirnya masyarakat juga akan bertanya, lalu siapa, bukan hanya koalisinya. Koalisinya ok, 20% tercukupi, tapi pada akhirnya masyarakat akan bertanya, siapa yang akan membawa perubahan dan perbaikan ini,” jelas AHY. “Idealnya kita mendeklarasikan koalisi sekaligus mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres,” tegasnya.
BACA JUGA: Anies-AHY Bertemu Satukan Energi Semangat Perubahan dan Perbaikan
Acara Perayaan Natal dihadiri pula oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Srikandi Demokrat Annisa Pohan Yudhyono, Sekjen Teuku Riefky Harsya, Bendum Renville Antonio, serta para kader Partai Demokrat lainnya. Hadir pula beberapa tokoh agama, diantaranya Pdt. Ronny Mandang (tokoh Kristen), Romo David Lerebulan, M. Han (tokoh Katholik), Maharaj Prakash (tokoh Hindu), Suhu Bhiksuni (tokoh Budha), KH. Suhairi Gaos (tokoh Muslim), dan Hendry Ayung (tokoh Konghucu). (Rel/wl)








