Gandeng KLH, APPERTI Sumut akan Gelar Muswil dan Seminar Bahas Tobat Ekologis Nasional

Gandeng KLH, APPERTI Sumut akan Gelar Muswil dan Seminar Bahas Tobat Ekologis Nasional
Sekretaris APPERTI, Dr. Wardayani, SE, MSi ( tengah) didampingi Wakil Sekretaris, Muhammad Taufik Nasution, SH, MH ( kanan) dan Bendahara (kiri) Dato Seri Adil Freddy Haberham SE saat menyampaikan keterangan akan digelar Muswil APPERTI 2026. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) Wilayah Sumatera Utara akan  membahas isu pelestarian lingkungan ke lingkungan perguruan tinggi melalui seminar nasional Ekosistem Syari’ah berkolaborasi dengan Yayasan Wakaf Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

Seminar yang akan digelar pada Sabtu (5/9/2026) itu merupakan rangkaian Musyawarah Kerja Wilayah (Muswil) APPERTI Sumut masa bakti 2024–2028.

Agenda tersebut juga akan dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah LLDikti Wilayah I Sumatera Utara dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terkait program Tobat Ekologis Nasional.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Pengurus Wilayah APPERTI Sumatera Utara, Dr. Wardayani SE, MSi didampingi Bendahara, Dato Seri Adil Freddy Haberham SE dan Wakil Sekretaris Muhammad Taufik Nasution SH, Selasa (1/9/2026).

BACA JUGA: UISU Terpilih sebagai PT Pilihan Penyelenggara Beasiswa SDM Sawit 2025

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Wardayani, agenda tersebut sebelumnya dijadwalkan pada 8 Agustus 2026. Namun ditunda karena Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Mohammad Jumhur Hidayat, yang dijadwalkan membuka acara sekaligus menjadi keynote speaker, memiliki agenda pemerintahan yang tidak dapat diwakilkan.

“Jadi kita undur menyesuaikan dengan jadwal Pak Menteri Jumhur,” ujarnya.

Dalam Muswil, APPERTI Sumut akan mengevaluasi sekaligus merumuskan kembali sejumlah program organisasi, termasuk langkah strategis untuk mendukung kemajuan badan penyelenggara perguruan tinggi swasta (BP PTS) yang menjadi anggotanya.

“Alhamdulillah seluruh bidang telah menyampaikan program untuk dievaluasi dan dirumuskan kembali. APPERTI harus menjadi wadah bagi BP PTS untuk memajukan PTS menjadi  mandiri dan berdaya saing global,” ujar Wardayani.

Sementara itu, OC Seminar Nasional dan Musyawarah Kerja, Muhammad Taufik Nasution, mengatakan kegiatan tersebut akan dihadiri pimpinan BP PTS dan pimpinan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara.

Ia menyebut salah satu agenda penting adalah penandatanganan MoU antara PTS dengan Kementerian LH/BPLH terkait Program Tobat Ekologis Nasional.

Kerja sama tersebut diharapkan memperluas keterlibatan perguruan tinggi dalam pelestarian lingkungan sekaligus mendukung pengembangan konsep Kampus Berdampak melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi PTS untuk meningkatkan peran dalam mengembangkan Kampus Berdampak melalui tridharma perguruan tinggi,” sebut Taufik.

Selain Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, kegiatan tersebut juga dijadwalkan menghadirkan Kepala BPJPH, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ketua Umum MUI, Ketua Badan Wakaf Indonesia.

Selain itu juga akan dihadiri Komisaris PTPN III Holding, Direktur Utama Perhutani, Komisaris Menara Syariah, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syari’ah-KNEKS, Ketua Umum APPERTI Pusat serta Ketua Pembina APTISI Pusat.

Bendahara APPERTI Sumut, Dato Seri Adil Freddy Haberham SE menegaskan seminar dan penandatanganan kerja sama tersebut terbuka bagi seluruh PTS di Sumatera Utara.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu mengambil peran lebih besar dalam pelestarian lingkungan dengan mengembangkan Program Tobat Ekologis Nasional melalui berbagai kegiatan berbasis Kampus Berdampak.

BACA JUGA: APPERTI Gelar Seminar Nasional di UISU: Dorong BP PTS Lebih Mandiri dan Inovatif

“PTS harus terlibat dan menjadi yang terdepan dalam pelestarian lingkungan melalui program KLH/BPLH, Tobat Ekologis Nasional, yang dapat kita kembangkan melalui Kampus Berdampak,” katanya.

Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, MA, PhD, menyambut baik rencana APPERTI Sumut tersebut.

Ia menilai penggabungan musyawarah kerja wilayah dengan seminar nasional Ekosistem Syari’ah dapat menjadi ruang strategis bagi PTS untuk memperoleh informasi sekaligus memperluas kontribusinya terhadap pembangunan.

Prof Saiful juga menilai pembahasan pelestarian lingkungan melalui Program Tobat Ekologis Nasional relevan dengan konsep Kampus Berdampak yang tengah dikembangkan di perguruan tinggi.

Disebutkan Prof Saiful, salah satu subtopiknya adalah pelestarian lingkungan melalui program KLH yakni Tobat Ekologis Nasional.

“Dari sisi Kampus Berdampak, implementasi seminar nasional ini nantinya sangat baik bagi PT, khususnya PTS di bawah LLDikti Wilayah I,” ujar Saiful.

Ia mengimbau pimpinan BP PTS dan pimpinan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah I untuk menghadiri kegiatan tersebut karena dinilai memuat informasi yang relevan bagi pengembangan perguruan tinggi dan peningkatan peran Kampus Berdampak. (KSC)

Reporter: Swisma

Pos terkait