Epza: Anggota Dewan Labura Terjaring Aktivitas Dugem, Layak di PAW dan Diberi Sanksi Pidana

  • Whatsapp
Masalah Praktik Judi di Medan Barat Harus Ditindak Tegas
Eka Putra Zakran, SH MH, praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik

MEDAN | kliksumut.com Praktisi hukum dan pengamat sosial Eka Putra Zakran, SH MH alias Epza menyatakan pendapatnya terkait terjaringnya 5 anggota DPRD Labura, 7 wanita-wanita cantik dan 5 orang rekanan dalam aktivitas dugem di sebuah hotel di Kota Kisaran pada Sabtu malam (7/8/2021).

Menurut Epza, apa yang dilakukan oleh para anggota dewan bersama wanita-wanita tersebut sangat tidak pantas. Tidak elok di dengar dan dipandang mata. Selain itu, para anggota dewan yang terhormat itu dinilai telah mencoreng wajah DPRD dan Partai pengusung yang telah mengantarkan mereka menjadi perwakilan rakyat di lembaga legeslatif tersebut.

“Perbuatan mereka itu tidak pantas, tidak senonoh, tidak layak dipandang mata. Dugem dengan wanita dan pil ektasi sangat tidak elok. Pokoknya tidak menarik lah. Prilaku seperti ini jauh dari harapan-harapan masyarakat, khususnya para pendukung anggota dewan tersebut. Saya rasa semua pihak pasti merasa kecewa, karena mereka anggota dewan. Harusnya memberi contoh yang baik, bukan justru melakukan kegiatan maksiat yang jelas dilarang oleh negara dan agama,” jelas Epza di Medan, Senin (9/8/2021).

BACA JUGA: Epza: Anak Akidi Tio Layak Dipidana

Total yang ditangkap kabarnya 17 orang, lima anggota dewan, 7 wanita-wanita cantik dan lima orang yang disebut sebagai rekanan. Kelima anggota dewan tersebut dinyatakan positif menggunakna barang haram berjenis ektasi.

“Informasi yang diperoleh sejumlah awak media kabarnya ketujuh wanita-wanita yang menemani anggota dewan itu bukan merupakan pelayan hotel atau tempat hiburan di Kisaran, melainkan dibawa langsung dari Kabupaten Labura. Nah, luar biasa persiapan pesta dugem tersebutkan,” tuturnya.

Kelima anggota dewan tersebut saat ini sedang ditahan di Mapolres Asahan diantaranya, Zainal Samosir (Ketua Fraksi Hanura), M. Ali Borkat (Ketua DPC PPP labura), Khoirul Anwar Panjaitan (DPRD Fraksi Golkar), Giat (anggota DPRD PAN) dan Pebrianto Gultom (anggota DPRD Partai Hanura). Khusus Pebrianto Gultom dikabarkan sudah dua kali terjaring aktivitas narkoba.

Pos terkait