D’Cinnamons: Band Akustik Indonesia dengan Nuansa Soulful yang Tetap Eksis hingga Kini

D’Cinnamons: Band Akustik Indonesia dengan Nuansa Soulful yang Tetap Eksis hingga Kini
D'Cinnamons (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM – Band akustik Indonesia D’Cinnamons dikenal dengan musik easy listening bernuansa unplugged acoustic. Sejak awal kemunculannya di Bandung, D’Cinnamons berhasil mencuri perhatian penikmat musik Tanah Air lewat karya-karya yang hangat, jujur, dan penuh rasa.

D’Cinnamons adalah grup musik Indonesia yang mengedepankan konsep unplugged acoustic dengan formasi dua gitar, satu bass, dan perkusi. Ciri khas mereka terletak pada aransemen sederhana namun kaya emosi, dipadukan dengan vokal yang soulful tetapi tetap terdengar natural.

Nama D’Cinnamons diambil dari kata cinnamon atau kayu manis, yang dalam bahasa Latin bermakna rempah dengan aroma khas. Filosofi ini mencerminkan musik mereka yang hangat, wangi, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Perjalanan D’Cinnamons bermula dari Dodo, sang vokalis sekaligus gitaris dan penulis lagu. Ia mengawali karier bermusik dengan tampil di sejumlah kafe ternama di Bandung. Saat itu, Dodo membentuk grup bernama Irish Coffee, cikal bakal D’Cinnamons.

Keinginan menghadirkan musik yang berbeda membuat Dodo mengajak Bona, teman sekolahnya yang piawai bermain gitar, trumpet, sekaligus penulis lagu. Tak lama kemudian, Laura bergabung sebagai bassist untuk melengkapi formasi awal band.

Bacaan Lainnya

Kesempatan emas datang ketika Radio Paramuda Bandung memberi ruang bagi mereka lewat program “D’Cinnamons Love Acoustic Session” yang mengudara dari Januari hingga Juni 2005. Acara ini membuat basis penggemar D’Cinnamons tumbuh pesat.

BACA JUGA: Cynomadeus: Band Rock Indonesia Legendaris yang Mendahului Zamannya dan Mengubah Arah Musik Rock Nasional

Pada September 2004, D’Cinnamons resmi diperkenalkan ke publik dengan formasi Dodo, Bona, dan Laut. Album perdana mereka, “Good Morning”, dirilis Januari 2007 dengan single andalan “Loving You” dan “Kuyakin Cinta”. Album ini terjual hingga 40.000 kopi, sebuah pencapaian gemilang untuk band akustik Indonesia.

Musik dalam album ini terasa cozy, santai, dan friendly, berisi 10 lagu dengan 6 di antaranya berbahasa Inggris. D’Cinnamons mengaku terinspirasi oleh musisi dunia seperti John Mayer, Alanis Morissette, dan Dave Matthews Band.

Pada September 2007, D’Cinnamons merilis album soundtrack film Cintapuccino dengan single hits “Selamanya Cinta”. Lagu ini sukses mengantarkan mereka meraih Indonesian Movie Award (IMA) 2008 sebagai soundtrack terfavorit.

Namun, pada 2009 Laura harus meninggalkan band setelah menikah dan pindah ke Jakarta. Di tahun yang sama, D’Cinnamons merilis cover legendaris “Galih dan Ratna” karya Guruh Soekarnoputra, yang sebelumnya dipopulerkan almarhum Chrisye, dengan tambahan musisi Gatot Alindo.

Tahun 2010, posisi bassist diisi oleh Nana, sekaligus menandai babak baru perjalanan band.

Februari 2010, D’Cinnamons merilis “Damai Tapi Gersang”, cover lagu hits tahun 1975, dalam rangka ulang tahun ke-40 label Aquarius Musikindo. Pada 2012, mereka melepas dua single, “My Lovely Friend” dan “Teman Hidup”.

BACA JUGAMengenang Cozmotion, Boy Band Indonesia Era 2000-an yang Pernah Warnai Industri Musik Tanah Air

Band ini kemudian menggarap album kedua bertajuk “Atlantis”, terinspirasi dari buku Atlantis Indonesia karya Profesor Santos. Album ini tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga rasa ingin tahu, imajinasi, dan harapan akan indahnya mimpi.

Setelah cukup lama vakum, Desember 2020 menjadi momen penting bagi penggemar D’Cinnamons. Mereka mengumumkan akan merilis album terbaru bertajuk “Home”. Sebagai pembuka, D’Cinnamons lebih dulu merilis music video lagu “Home” melalui kanal YouTube resmi mereka.

Comeback ini menegaskan eksistensi D’Cinnamons sebagai salah satu band akustik Indonesia legendaris yang tetap relevan dan konsisten dengan karakter musiknya. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait