Cetak Laba Rp 49,5 Triliun, Pertamina Mantap Jadi Lokomotif Energi dan Ekonomi Nasional 2024

Insiden Beruntun, Pertamina Butuh Audit Keamanan Berstandar Internasional
FILE: Kilang minyak raksasa milik Pertamina unit IV di Cilacap, Jawa Tengah, 13 Januari 2016. (REUTERS/Darren Whiteside)

Pertamina laporkan pendapatan Rp 1.194 triliun, produksi migas tembus 1 juta barel, dan kontribusi Rp 401 triliun ke negara. RUPS tetapkan jajaran direksi dan komisaris baru.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – PT Pertamina (Persero) kembali mencetak prestasi cemerlang di tahun buku 2024 dengan membukukan laba bersih senilai US\$ 3,13 miliar atau sekitar Rp 49,54 triliun. Kinerja impresif ini didukung pendapatan total mencapai US\$ 75,33 miliar atau setara Rp 1.194 triliun, serta EBITDA senilai US\$ 10,79 miliar atau Rp 171,04 triliun.

Capaian tersebut telah disahkan dalam **Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar hari ini, Kamis (12/6/2025) di Grha Pertamina, Jakarta.

Kinerja Positif di Seluruh Lini Bisnis

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyatakan kinerja 2024 mencerminkan pertumbuhan dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini usaha Pertamina. Salah satu tonggak penting adalah keberhasilan produksi migas yang menembus 1 juta barel setara minyak per hari, menjadikan Pertamina penyumbang 69% produksi minyak nasional dan 37% gas nasional.

BACA JUGA: Kejagung Periksa Karen Agustiawan dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina

“Produksi BBM dari kilang Pertamina juga telah memenuhi 70% kebutuhan BBM nasional, bahkan kebutuhan avtur dan solar 100% dipenuhi dari kilang domestik,” ungkap Fadjar.

Pertamina juga terus memperkuat jaringan distribusi energi nasional dengan lebih dari 15.000 titik retail BBM, 260.000 pangkalan LPG, 6.700 Pertashop, serta 573 titik BBM Satu Harga. Operasional distribusi didukung oleh armada 288 kapal dan jaringan pipa gas lebih dari 33.000 km, serta 820.000 sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas).

Dorong Transisi Energi dan Kontribusi Lingkungan

Di tengah transisi energi global, Pertamina terus menunjukkan komitmennya sebagai pelopor energi bersih. Perusahaan mengelola 13 wilayah kerja panas bumi (geothermal), PLTGU, dan PLTS dengan total kapasitas mencapai 2.502,12 Megawatt. Inovasi energi hijau turut diwujudkan melalui produksi biofuel B35, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), Pertamax Green 95, serta pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari minyak jelantah (UCO).

“Pertamina tidak hanya mengejar profit, tetapi juga terus bertransformasi sebagai pemimpin energi rendah karbon,” tegas Fadjar.

Kontribusi Raksasa Bagi Perekonomian Nasional

Pertamina menjadi penyumbang signifikan bagi penerimaan negara. Total kontribusi dari pajak, PNBP, dan dividen pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp 401,73 triliun.

Tak hanya itu, Fadjar menyebut realisasi penggunaan produk dalam negeri (PDN) senilai Rp 415 triliun memberikan efek berganda berupa penyerapan tenaga kerja hingga 4,1 juta orang dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 702 triliun.

“Pertamina mengapresiasi dukungan pemerintah dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari keberhasilan ini. Kami terus berkomitmen sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Fadjar.

RUPS 2025: Penyegaran Direksi dan Komisaris Pertamina

Selain laporan kinerja, RUPS juga memutuskan perubahan signifikan dalam jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Pertamina. Perombakan ini diharapkan memperkuat arah transformasi bisnis dan keberlanjutan perusahaan ke depan.

Susunan Direksi Baru Pertamina:

1. Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
2. Wakil Direktur Utama: Oki Muraza
3. Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
4. Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha: A. Salyadi Dariah Saputra
5. Direktur Logistik dan Infrastruktur: Jaffee Arizon Suardin
6. Direktur Keuangan: Emma Sri Martini
7. Direktur Penunjang Bisnis: M. Erry Sugiharto
8. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis: Agung Wicaksono
9. Direktur Sumber Daya Manusia: Andy Arvianto

BACA JUGA: Pergantian Dirut Pertamina: Nicke Widyawati Resmi Digantikan oleh Simon Aloysius Mantiri, Ketua Migas Watch Sambut Positif

Susunan Komisaris Baru Pertamina:

1. Komisaris Utama & Independen: Mochammad Iriawan
2. Wakil Komisaris Utama: Todotua Pasaribu
3. Komisaris Independen: Condro Kirono
4. Komisaris Independen: Raden Ajeng Sondaryani
5. Komisaris Independen: Nanik S. Deyang
6. Komisaris: Bambang Suswantono
7. Komisaris: Heru Pambudi

Perubahan ini mencerminkan upaya pembenahan tata kelola dan peningkatan profesionalisme BUMN energi terbesar di Tanah Air.

Optimisme Masa Depan: Pertamina Jadi Pilar Transisi Energi Nasional

Dengan kinerja finansial yang solid, kontribusi ekonomi yang masif, serta roadmap transisi energi yang kuat, Pertamina kini berdiri sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengawal Indonesia menuju era energi bersih dan berkelanjutan.

“Pertamina bukan hanya perusahaan migas, tapi juga motor penggerak pembangunan nasional dan ikon transformasi energi Indonesia,” tutup Fadjar. (KSC)

Pos terkait