Karyono mengatakan karena gempa sering terjadi di wilayah Sukabumi dan Cianjur, semua pemangku kepentingan harus memperhatikan tata ruang dan ketahanan banguna dari guncangan gempa.
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi menjelaskan segera setelah mendapat kabar gempa di Cianjur, dirinya menginstruksikan tim BNPP dari Jakarta, Bandung, Cirebon, dan Cilacap segera merapat lokasi kejadian. Dia menambahkan BNPP mengerahkan 272 personel ke lokasi kejadian.
Menurutnya, secara keseluruhan, termasuk relawan, ada 812 orang dari 114 organisasi turun tangan. Jumlah itu belum termasuk personel TNI dan Polri. BNPP juga menyiagakan dua helikopter dalam proses evakuasi korban.
Korban meninggal dan luka, tambahnya, kebanyakan karena tertimpa runtuhan bangunan. Dia mengakui masih banyak kampung belum bisa dijangkau. Selain itu, masih sangat terbatasnya peralatan khusus untuk membelah beton, memotong baja, dan pengungkit jika dibanding dengan jumlah bangunan rusak.
Dia mengatakan BNPP tahun ini memiliki alat yang sangat canggih mampu mengetahui apakah masih ada korban hidup di bawah reruntuhan bangunan.
BACA JUGA: Mengapa Gempa Cianjur Memiliki Daya Rusak Besar?
“Apabila ada reruntuhan (di lokasi bencana), kita bisa langsung memindai (untuk mengetahui) masihkah adakah orang selamat. Sistem kerjanya adalah gerak, gerak jantung pun bisa dideteksi. Apabila dipindai, di dalam reruntuhan ada detak jantung, pasti orangnya masih hidup. Kalau korbannya sudah meninggal, tidak bisa kita deteksi. Ini kelemahan dan keunggulannya,” ujar Henri.
Selain itu, BNPP juga menurunkan anjing pelacak untuk membantu proses pencarian korban meninggal atau cedera.
Data korban yang tercatat BNPP saat ini adalah 162 orang meninggal, sementara data versi pemerintah kabupaten Cianjur yang dirilis melalui akun resmi media sosialnya @diskominfocianjur, jumlah korban meninggal sudah 252 orang.
Ketua Komisi V dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lasarus mengatakan BMKG perlu memetakan daerah-daerah yang dilalui oleh patahan gempa sehingga pemerintah memiliki program terkait penanganan lokasi di sekitar garis gempa.








