BMKG Catat Prestasi, Sebarkan Info Gempa dalam 1,5 Menit

BMKG Catat Prestasi, Sebarkan Info Gempa dalam 1,5 Menit
Tim SAR membawa jenazah korban yang ditemukan dari bawah reruntuhan di sebuah desa yang terkena tanah longsor akibat gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 22 November 2022. (AP/Rangga Firmansyah)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa Cianjur termasuk dangkal karena pusat gempa tidak jauh dari permukaan tanah.

JAKARTA | kliksumut.com Hingga kabar ini dilansir, pemerintah kabupaten Cianjur mengumumkan gempa di Cianjur, Senin lalu, dengan magnitudo 5,6, mengakibatkan 252 orang meninggal dan 31 lainnya masih dalam proses pencarian.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Selasa (22/11/2022), Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karyono menyatakan pihaknya menyebarluaskan kabar gempa dalam 1,5 menit setelah lindu terjadi.

“Ini adalah satu prestasi yang sangat maju sekali yang pernah dicapai BMKG. Karena dulu kita bisa menyampaikan itu (kejadian gempa) bisa lebih dari lima menit, sekarang satu menit lebih dari 30 detik. Kita tahu gempa ini bisa merusak dalam waktu sepuluh menit. Sehingga kita segera menghubungi BNPB dan perlu ada tindakan gawat darurat,” kata Karyono yang dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com.

BACA JUGA: BMKG Catat 19 kali Gempa Bumi Pulau Sumatera

Karyono menambahkan Gempa Cianjur termasuk gempa dangkal karena pusat gempa tidak jauh dari permukaan tanah. Pusat gempa bermagnitudo 5,6 itu berada di Desa Sukajaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman sebelas kilometer.

Menurut Karyono, gempa kerak dangkal tersebut tidak perlu mangnitudo yang besar untuk dapat merusak apa yang di atas permukaan. Hanya dengan Magnitudo empat atau lima koma pun sudah mampu merusak banyak bangunan.

Dia menambahkan daya rusak semakin besar karena pusat gempa berada di bawah permukiman penduduk. Hal itu diperparah dengan kondisi tanah yang lunak sehingga makin memperbesar goncangan. Alhasil, korban meninggal dan luka cukup banyak, serta banyak bangunan rusak.

Berdasarkan analisis mekanisme sumbernya, lanjut Karyono, Gempa Cianjur memiliki patahan geser mengiri dan berada di zona Sistem Sesar Cimandiri. Patahan ini robek 20-30 kilometer di bawah permukaan tanah.

Karyono menjelaskan hingga Senin pukul 12 siang, telah terjadi gempa susulan sebanyak 130 kali dengan magnitudo tertinggi 4,2 dan magnitudo terendah 1,2. Dia menekankan BMKG mampu memantau gempa bermagnitudo hingga serendah 1,2 merupakan sebuah prestasi.

Menurutnya, terjadi kecenderungan gempa susulan makin melemah. Sampai hari ini, pukul 07:30 pagi, frekuensi gempa susulan makin jarang terjadi. Dalam enam jam pertama sejak gempa kemarin, terjadi 62 kali gempa, kemudian turun 39 gempa di enam jam kedua, dan 17 gempa di enam jam ketiga atau sampai pukul 07:30 hari ini.

Pos terkait