MEDAN | kliksumut.com – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Polisi Martuani Sormin menyampaikan ucapan rasa belasungkawa kepada masyarakat Tapanuli Tengah (Tapteng), terutama kepada para keluarga dari 9 korban yang meninggal dunia, atas musibah bencana alam yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (28/1/2020).
Ucapan belasungkawa ini disampaikan Kapolda Sumut melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, melalui awak media, Jumat (31/1/2020), saat ditemui disela-sela giat Jumat Barokah.
Sewaktu awak media mempertanyakan perkembangan pasca musibah banjir di Tapteng, Kapolda Sumut, Irjen Polisi Martuani Sormin Siregar melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Polisi Tatan Dirsan Atmaja, menyebutkan bahwa sesuai laporan yang diterima dari Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Sukamat, SH, SIK, MH, hingga saat ini situasi dilokasi bencana alam banjir sudah aman dan terkendali. “Pelayanan dari Kepolisian kepada masyarakat, terutama yang menjadi korban dan warga yang mengungsi tetap dilakukan,” ujarnya.
Baca juga : Korban Banjir Bertambah Jadi 9 Jiwa, Status Tanggap Darurat 7 Hari di Tapteng
Perkembangan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, yang terjadi Selasa, 28 Januari 2020, dimulai pukul 21.30 Wib sampai Rabu, 29 Januari 2020, diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi dan meluapnya air sungai di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Barus dan Kecamatan Andamdewi Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.
Bencana banjir di dua Kecamatan, juga melanda sejumlah Desa dan Kelurahan, seperti di Kecamatan. Barus, terdapat 10 Desa, dan 2 Kelurahan, masing-masing :
– Desa Bungo Tanjung, terendam banjir setinggi 2 Meter
– Desa Pasar Terandam, terendam banjir setinggi 2 Meter
– Desa Ujung batu, terendam banjir setinggi 2 Meter
– Desa Kinali, terendam banjir setinggi 2 Meter
– Desa Kampung Mudik, terendam banjir setinggi 1 meter Lebih
– Desa Aek Dakka, terendam banjir setinggi 1 Meter Lebih
– Desa Kampung Solok, terendam banjir setinggi 1 Meter Kurang
– Desa Kedai Gedang, terendam banjir setinggi 1 Meter Kurang
– Kelurahan Padang Masiang, terendam banjir setinggi 1 Meter Lebih
– Kelurahan Pasar Batu Gerigis, terendam banjir setinggi 1 Meter Kurang.
Sedangkan banjir di Kecamatan Andam Dewi, ada 8 Desa dan Kelurahan, juga terendam air hampir mencapai 5 meter, masing-masing di wilayah :
– Desa Sijungkang, Dusun Arian Nauli (Banjir Berat) Jalan Amblas Sepanjang +/- 100 M dan kedalaman +/- 5 Meter serta Dusun Bonandolok, dimana longsor menutup badan jalan dan jalan ambruk di tujuh titik, yakni :
– Desa Uratan
– Desa Pangaribuan
– Desa Ladang Tengah
– Desa Sigolang
– Desa Bondar Sihudon 1
– Desa Bondar Sihudon 2
– Kelurahan Rina Bolak
Selanjutnya, Kombes Tatan Dirsan mengemukakan, dampak dari bencana banjir menelan korban meninggal dunia, hingga saat ini berjumlah 9 jiwa, yang berasal dari dua Desa, yakni :
Dari Desa Sijungkang Kecamatan Andamdewi, ada 7 orang, berasal dari Sijungkang (5 orang), satu orang warga Barus Utara dan satu lagi merupakan warga Humbahas, berikut identitas tujuh korban yang meninggal dunia :
1. Juster Sitorus, 55 tahun, Petani, Alamat Sijungkang Kec. Andam Dewi (Korban Tertimbun Longsor).
2. Pardamean Manalu, 85 tahun, Petani, Alamat Sijungkang Kec. Andam Dewi (Tertimbun Longsor)
3. Abdul Rahman, 72 tahun, Petani, Alamat Sijungkang Kec. Andam Dewi (Tertimbun Longsor)
4. Esrin Pane, 48 tahun, Petani, Alamat : Sijungkang Kec. Andam Dewi (Tertimbun Longsor)
5. Prisman Marbun, 21 Tahun, Petani, Alamat : Sijungkang (Tertimbun Longsor)
6. Lestinus Marpaung, 50 Tahun, Guru, berdomisili Pakkat Kab. Humbahas ( Korban Terbawa Arus)
7. Ramalan Simanjuntak, 40 Tahun, Petani, berdomisili Parisinomba Kec. Barus Utara (Tertimbun Longsor).
Sementara dua korban yang meninggal dari Kelurahan Padang Masiang Kecamatan Barus, masing-masing :
1. Azrwirsyah Tanjung, 62 tahun, wiraswasta, Perumnas No. 16, Kel. Padang Masiang, ditemukan di Tanggul Pasar Barus,
2. Iduarnisyah Tanjung, 60 tahun, Perumnas No. 16, Kel. Padang Masiang, ditemukan di Tanggul Pasar Barus.
Sementara jumlah warga Pengungsi di Komplek Posko Tanggap Bencana Banjir di Barus, sejak Rabu 29 Januari 2020 berjumlah 98 orang, dan pengungsi pada Kamis 30 Januari 2020 sebanyak 45 orang, dan pada Jumat, 31 Janari 2020 sejumlah pengungsi sudah mulai kembali kerumah masing-masing.
Selama musibah banjir terjadi hingga pemulihan serta pencarian korban jiwa, disebutkan Kombes Tatan, jumlah personil Polres Tapteng yang dikerahkan 140 personil, yang dibagi menjadi 3 regu, masing-masing anggota sebanyak 45 personil. Selain itu, personil rayonisasi Polsek juga diturunkan sebanyak 30 personil, terdiri dari Polsek Kolang, Sorkam, Barus dan Manduamas. Bahkan, bantuan personil tambahan dari Brimob Detasemen C Tapsel sebanyak 1 Pleton.
Baca juga : Kapolres AKBP Sukamat : Musibah Banjir Tapteng, 7 Meninggal dan 700 KK Ngungsi
Baca juga : Kapolres Tapteng Kerahkan Personil Bantu Warga Korban Banjir
Terkait bantuan yang sudah diberikan, yakni :
– Memberikan Bantuan Dapur Umum di Mako Polsek Barus Polres Tapanuli Tengah sebagai pendukung dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial Pemkab. Tapanuli Tengah.
– Memberikan bantuan Sembako berupa beras, air mineral, indomie, telur, dan lainnya.
– Memberikan bantuan pembersihan sisa sisa lumpur dan sampah banjir di rumah warga, gedung sekolah dan fasilitas umum yang terkena dampak banjir.
– Bhayangkari Polres Tapteng, juga ikut serta berpartisipasi pada Dapur Umum Tanggap Bencana
– Memberikan bantuan obat-obatan dari poliklinik Polres Tapteng pada posko Tanggap Bencana Alam
– Memberikan bantuan pembersihan sisa lumpur melalui Mobil ACW Polres Tapanuli Tengah. (rel/cu)








