KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Sebanyak 360 jemaah dan petugas haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 Debarkasi Medan Tahun 1447 H/2026 M tiba kembali di Tanah Air dan disambut dalam prosesi penerimaan resmi di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Sabtu (13/6/2026) dini hari.
Kepulangan para tamu Allah ini berlangsung penuh haru setelah mereka menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci selama lebih dari satu bulan. Sebelumnya, pesawat yang membawa rombongan Kloter 10 mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kualanamu pada Jumat (12/6/2026) pukul 21.55 WIB.
Setelah tiba di Sumatera Utara, para jemaah langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji Medan menggunakan iring-iringan bus untuk mengikuti proses penerimaan dan penyerahan secara resmi kepada pemerintah daerah masing-masing.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Kloter 10 terdiri dari 360 orang yang meliputi 354 jemaah haji dan enam petugas kloter.
Rinciannya, sebanyak 207 jemaah berasal dari Kabupaten Deli Serdang, 146 jemaah dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta satu orang jemaah asal Kota Medan yang tergabung dalam kloter tersebut.
Turut mendampingi para jemaah dalam perjalanan pulang adalah petugas haji daerah dan petugas pusat yang selama ini memberikan pelayanan selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
Acara penerimaan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah dan unsur penyelenggara haji.
Dalam sambutannya, Zulkifli Sitorus menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah kembali dengan selamat dari Tanah Suci.
Ia menegaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan menjalankan seluruh rukun dan wajib haji, tetapi juga harus tercermin dalam perubahan perilaku setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Ibadah tidak berhenti setelah haji selesai. Seluruh amalan, doa, dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama di Tanah Suci harus terus dipelihara dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Haji mabrur harus mampu menghadirkan keteladanan, kedamaian, dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Zulkifli.
Menurutnya, para jemaah diharapkan mampu menjadi teladan dalam keluarga maupun masyarakat dengan terus meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
Pada kesempatan tersebut, Zulkifli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik selama operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama melayani jemaah, dilakukan pengalungan selempang apresiasi kepada petugas kloter yang diwakili Ketua Kloter Liberni Berlian dan Dokter Kloter dr. Zakiyah Ulfa Huseini.
Penghargaan tersebut menjadi simbol terima kasih atas komitmen para petugas dalam memastikan pelayanan, kesehatan, dan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke Indonesia.
Dalam rangkaian acara penerimaan, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) juga memberikan edukasi kesehatan kepada para jemaah.
dr. Riza Pahlevi mengimbau seluruh jemaah untuk menerapkan isolasi mandiri selama 21 hari setelah tiba di rumah. Selain itu, jemaah diminta tetap menggunakan masker saat berinteraksi dengan keluarga, menjaga kebersihan diri, serta segera memeriksakan kondisi kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas.
Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai upaya pencegahan dan pemantauan kesehatan pascakepulangan dari Arab Saudi guna menghindari potensi penyebaran penyakit.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, para jemaah menerima paspor, air zamzam, serta barang bawaan sesuai nomor manifes masing-masing.
Suasana haru dan bahagia terlihat memenuhi Aula Madinatul Hujjaj ketika para jemaah bersiap meninggalkan Asrama Haji Medan untuk kembali ke daerah asal dan berkumpul bersama keluarga tercinta.
Kepulangan Kloter 10 Debarkasi Medan menjadi momentum penuh rasa syukur sekaligus awal bagi para jemaah untuk mengimplementasikan nilai-nilai kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, keberkahan yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat luas. (KSC)





