Wamen PANRB Lepas Peserta PKN Tingkat I 2025: “Ini Bukan Akhir, tapi Awal Tanggung Jawab Baru bagi Birokrasi”

Wamen PANRB Lepas Peserta PKN Tingkat I 2025: “Ini Bukan Akhir, tapi Awal Tanggung Jawab Baru bagi Birokrasi”
Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM JAKARTA – Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto, secara resmi melepas peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXV Tahun 2025 dalam sebuah acara yang digelar di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa momentum pelepasan tersebut bukanlah penutup program, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam mengakselerasi reformasi birokrasi nasional.

Bacaan Lainnya

Purwadi menekankan bahwa tantangan terbesar pembangunan bukan sekadar keterbatasan anggaran, tetapi pola kerja pemerintah yang masih berjalan sendiri-sendiri.

“Tantangan utama dalam menjalankan program pembangunan sering kali bukan terletak pada anggaran, tetapi pada cara kerja pemerintah yang masih terkotak-kotak,” ujar Purwadi.

Menurut Purwadi, banyak instansi pemerintah bergerak terpisah padahal memiliki tujuan nasional yang sama. Karena itu, koordinasi tidak seharusnya dimaknai sebagai penyamaan langkah, tetapi sebagai harmoni peran agar saling melengkapi dan menguatkan.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan syarat utama untuk mencapai target pembangunan nasional. Tidak ada satu lembaga pun yang mampu bergerak sendiri.

BACA JUGA: Menko AHY Tegaskan Infrastruktur Harus Dorong Inklusivitas dan Ketahanan Bencana

“Di sinilah peran strategis JPT Madya dan calon JPT Madya berada. Bapak/Ibu bukan hanya penggerak organisasi, tetapi connector antara rasionalitas teknokratik, aspirasi politik, dan kebutuhan publik,” tegasnya.

Purwadi mengibaratkan birokrasi sebagai kapal besar menuju Indonesia Maju. Dalam perjalanan itu, pemimpin birokrasi harus mampu memecah sekat sektoral, memastikan pengambilan keputusan berbasis data, serta menjaga akuntabilitas kebijakan.

Inilah esensi kepemimpinan kolaboratif, sebuah kemampuan yang menjadi fondasi integrasi transformasi ekonomi, perbaikan tata kelola, dan penguatan supremasi hukum.

Lebih jauh, Wamen PANRB mengingatkan bahwa PKN bukanlah akhir, melainkan titik awal bagi para peserta untuk mengambil peran sebagai pemimpin transformasi di instansi masing-masing.

Ia berharap para alumni mampu menunjukkan kualitas kepemimpinan yang menghasilkan program nyata, menjawab kebutuhan publik, dan memberikan dampak yang terukur.

“Pastikan setiap inovasi dan kebijakan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” imbuh Purwadi.

Para alumni juga diminta menjaga jejaring lintas instansi yang terbentuk selama pelatihan. Menurut Purwadi, jejaring ini merupakan modal strategis untuk mendukung agenda nasional.

Ia menekankan pentingnya integritas, sikap visioner, dan adaptif sebagai karakter utama pemimpin birokrasi masa depan.

BACA JUGA: Kebakaran Hebat di Cempaka Baru Kemayoran: 7 Orang Tewas, Evakuasi dan Pemadaman Masih Berlangsung

“Itulah semangat yang harus dibawa pulang oleh lulusan PKN Tingkat I Angkatan LXV: semangat kolaborasi, integrasi, dan komitmen menghadirkan birokrasi profesional, adaptif, dan akuntabel,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Purwadi kembali menegaskan pentingnya harmoni antara transformasi ekonomi, tata kelola, dan supremasi hukum dalam mendorong kemajuan bangsa.

“Ketika kita bekerja tanpa sekat, negara hadir lebih dekat. Kehadiran itu bukan slogan, tetapi wujud dari kebijakan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait