Wahapi Tuding Kapus Datuk Bandar Diduga Sepihak dalam Pemilihan Team Vaksinator, dr Nurhidayah Ritonga Membantah

Wahapi Tuding Kapus Datuk Bandar Diduga Sepihak dalam Pemilihan Team Vaksinator, dr Nurhidayah Ritonga Membantah
Ketua Wahana Anak Pinggiran Indonesia (Wahapi) Andrian Sulin
banner 468x60

TANJUNGBALAI | kliksumut.com Kepala puskesmas Datuk Bandar kota Tanjungbalai dr Nurhidayah Ritonga diduga keras mengganti team Vaksinator demi kepentingan pribadi yang sudah kompeten dan terlatih sesuai dengan sertifikat team Vaksinator, Hal tersebut diungkapkan Ketua Wahana Anak Pinggiran Indonesia (Wahapi) Andrian Sulin Kepada Wartawan, Jumat (14/1/2022).

Dikatakannya di ketahui bahwa setiap bulan team Vaksinator menerima honorium tambahan sebesar 2.500.000, dan anggaran tersebut sudah terealisasi sejak tahun 2021, diduga karena team vaksinasi yang terbentuk tahun 2021 tidak memberikan setoran/fee, secara arogan kepala puskesmas Datuk bandar kota Tanjungbalai mengganti team vaiksinator yang sudah bersertifikat tersebut dengan orang orang baru yang memiliki kedekatan khusus, bahkan salah satu dari team vaksinator yang dibentuk kepala puskesmas Datuk bandar tersebut merupakan adik kandung dari kepala puskesmas tersebut yang berinisial J yang di SK kan sebagai supir pengambilan vaksin.

BACA JUGA: Plt Wali Kota Tanjungbalai Terima Kunjungan Silaturahmi Ketua Umum PB MABMI Dato’ Seri H Syamsul Arifin

Pergantian team vaksinasi tersebut menimbulkan persoalan dan permasalahan di kalangan pegawai di puskesmas Datuk bandar, bahkan persoalan tersebut dibahas melalui rapat dengar pendapat di DPRD Kota Tanjungbalai, sehingga DPRD meminta dengan tegas Kepala Dinas Kesehatan segera mengembalikan hak team Vaksinator yang lama dengan pertimbangan team Vaksinator tersebut sudah memiliki pengalaman dan sertifikat yang dibutuhkan sebagai team vaksinasi, kemudian kepala dinas kesehatan kota Tanjungbalai menerbitkan surat perintah kepada kepala puskesmas Datuk bandar untuk kembali menempatkan orang orang yang sesuai dengan kompetensinya sebagai team Vaksinator di puskesmas Datuk bandar kota Tanjungbalai, namun surat perintah tersebut sama sekali tidak di gubris dan dilaksanakan oleh Kepala Puskesmas Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

Tindakan arogan tersebut dilakukan kepala puskesmas semata mata untuk memuluskan niatnya agar mendapatkan pendapatan lebih dari anggaran penanganan Covid-19 Tahun 2022, karena kepala puskesmas datuk bandar merupakan penanggungjawab mutlak, meskipun kepala puskesmas Datuk bandar kota Tanjungbalai itu pada saat ujian pelatihan team vaksinasi dinyatakan tidak lulus oleh kementrian kesehatan.

Bahkan ironinya, diduga keras demi meluluskan niat kepala puskesmas Datuk bandar, team vaksinasi yang baru dibentuk diduga melakukan kebohongan publik dengan merekayasa pelatihan vaksinasi yang dilaksanakan pada tanggal 10 januari 2022 di hotel grand Antares Medan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60