Wahapi Tuding Kapus Datuk Bandar Diduga Sepihak dalam Pemilihan Team Vaksinator, dr Nurhidayah Ritonga Membantah

Wahapi Tuding Kapus Datuk Bandar Diduga Sepihak dalam Pemilihan Team Vaksinator, dr Nurhidayah Ritonga Membantah
Ketua Wahana Anak Pinggiran Indonesia (Wahapi) Andrian Sulin

Padahal pada tanggal tersebut team vaksinasi yang baru di bentuk oleh kepala puskesmas Datuk bandar sedang melaksanakan vaksinasi di beberapa tempat di kota tanjungbalai, salah satunya kegiatan vaksinasi di Puskesmas Datukbandar Kota Tanjungbalai, bahkan pada tanggal 10 januari team vaksinasi tersebut juga melaksanakan kegiatan upah upah kepada Kepala Puskesmas Datuk bandar di kediamannya.

Dengan ini Wahana Anak Pinggiran Indonesia dengan tegas menyampaikan kepada kepala dinas kesehatan untuk segera mencopot jabatan kepala puskesmas Datuk bandar yang di duga keras, demi kepentingan pribadi telah mengorbankan kepentingan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan vaaksinasi secara profesional, aman dan terlindungi.

Bacaan Lainnya

“WAHAPI mendesak Ketua DPRD segera memanggil Kepala Puskesmas Datuk bandar terkait persoalan pergantian tema vaksinasi serta kegiatan pelatihan team vaksinasi yang di duga di rekayasa demi memuluskan akal bulus kepala puskesmas demi meraub keuntungan yang sebesar besarnya dari bisnis anggaran Covid-19 tahun 2022,” ujarnya.

Terpisah Kepala Puskesmas Datuk Bandar kota Tanjungbalai dr Nurhidayah Ritonga membantah hal tersebut.

BACA JUGA: Tanjungbalai United Lolos Babak 16 Besar Liga 3 Zona Sumut

“Saya kepala puskesmas Datuk bandar menjelaskan bahwa untuk mengangkat tim vaksinasi di wilayah kerja Puskesmas Datuk bandar adalah wewenang kepala puskesmas Datuk bandar. Saya kepala puskesmas Datuk bandar tidak pernah meminta Fee kepada anggota tim vaksinasi, tolong buktikan kalau ada saya meminta Fee kepada tim vaksinator, apa yang di tudingkan kepada saya semua tidak benar,” jelas dr Nurhidayah Ritonga membantah.

Dijelaskannya lagi dr Nurhidayah Ritonga bahwa hanya dirinya memerintahkan kepada anggota tim vaksinasi bahwa apabila tidak hadir atau berhalangan wajib di gantikan dengan pengawai puskesmas yang lain.

“Sebelum saya Mengganti anggota tim vaksinator, saya telah berkomunikasi dengan bapak kepala inspektorat bapak Susanto SE dan bapak PLT kadis kesehatan, yang saya ganti hanya 5 orang yaitu Bu Novi, Bu Nilawati, Bu Ernita, Bu Mugi, Bu sutrani,” ungkapnya.

Tambahnya lagi bahwa untuk sementara yang 4 orang lagi mengundurkan diri, dr budil, dr Rusti, ibu ruhil, ibu Anggi, pada hari Senin saya panggil mereka melaui ibu KTU puskesmas Datuk bandar tidak ada yang mau menghadap malah mereka mengadu ke inspektorat dan DPR Surya darma, Alasan kalau dirinya menganti 1. Regenerasi, 2. kinerja datang lama tidak di siplin dalam bekerja.

Lanjut jelas dr Nurhidayah Ritonga bahwa atas nama ibu Ruhil sudah di konfirmasi langsung Sang Jay kepada suami yaitu Ulil Amri agar jangan mengundurkan diri tapi tetap berkeras untuk tidak lagi di vaksinasi.

“Tidak ada adik saya sebagai tim vaksinator, adik saya telah terdaftar sebagai supir ambulance di puskesmas Datuk bandar di bawah naungan dinas kesehatan jadi yang menggajinya ya dinas kesehatan,” pungkasnya. (TIM)

Pos terkait