KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Sebuah video memperlihatkan aksi seorang pria yang pura-pura tertabrak mobil di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi nekat pria tersebut terekam kamera dashcam pengendara dan langsung menghebohkan warganet.
Dalam video yang beredar, terlihat mobil melaju seperti biasa di Jalan Fahrudin Auri, Kelurahan Kampung Bali. Namun tiba-tiba, seorang pria berbaju merah berlari ke arah mobil dan menabrakkan diri sendiri. Ia kemudian jatuh dan berpura-pura pingsan di tengah jalan, membuat pengendara lain panik.
Banyak warganet menduga aksi itu merupakan modus penipuan untuk memeras pengemudi dengan alasan ganti rugi. Namun, polisi memastikan fakta sebenarnya berbeda.
Kasi Humas Polres Jakarta Pusat Iptu Ruslan membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa petugas Polsek Tanah Abang sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Anggota Polsek Tanah Abang sudah cek TKP dan menelusuri kejadian ke warga sekitar,” ujar Iptu Ruslan, Kamis (6/11/2025).
Setelah dilakukan penelusuran, diketahui pria berbaju merah itu berinisial A (28) dan merupakan warga sekitar yang mengalami gangguan jiwa.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan Ketua RW dan warga, pria tersebut memang sering menunjukkan perilaku tidak stabil.
“Informasi dari warga menyebutkan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa dan sering bertindak di luar kendali,” jelas Susatyo.
Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Haris Akhmad Basuki menambahkan, hingga kini pengemudi mobil yang menjadi korban belum melapor ke polisi.
“Berdasarkan pengecekan sementara dan keterangan warga, kejadian itu murni karena tindakan orang dengan gangguan jiwa,” tutur Haris.
BACA JUGA: Kekerasan Terhadap Anak di Aceh Selatan: Miswaruddin Divonis 5 Bulan Penjara dan Denda Rp5 Juta
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga pria tersebut untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara. Meski demikian, polisi mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi atau main hakim sendiri, apalagi jika menghadapi orang yang menunjukkan tanda-tanda gangguan jiwa di jalan. (KSC)
Tim Redaksi








