KLIKSUMUT.COM | ACEH SELATAN – Terkait isu adanya prostitusi maupun penjualan minuman terlarang, pengelola Cafe & Resto Green Light di kawasan alun-alun Tapaktuan bantah keras atas tudingan tersebut.
Pasalnya, tudingan tersebut tidak benar, karena Cafe & Resto tempatnya berusaha tidak menyediakan tempat untuk prostitusi, begitu juga dengan minuman yang dilarang, berjalan sesuai aturan, kata Pemilik Cafe yang kerap dipanggil mami kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, siapapun pengunjung yang datang ke cafe hanya sebatas makan dan minum, maupun yang membawa kendaraan, pihaknya tidak berhak mengintrogasi atau berprasangka buruk.
BACA JUGA: Polres Aceh Selatan Ungkap Kasus Curanmor, 4 Unit Sepeda Motor Diamankan dalam Sepekan
”Siapapun pengunjung yang masuk ke cafe ini hanya sekedar membeli makan mestipun berkaroke kami juga ada aturan waktunya, tidak semena-mena, dan terkait ada yang dijemput pakai mobil, biasa orang memesan makanan lalu dibungkusnya dan dijemput apakah itu suami atau bukan, kami tidak mungkin menanyakannya karna tugas kami sekedar menjual makanan”, ujar pengelola Cafe bersama 7 orang pekerjanya.
Pihaknya mengakui tidak bisa berprasangka buruk terhadap pengunjung yang datang, bisa saja dia datang suami istri untuk membeli makanan, jelas mami.
Tegasnya, masalah jam jam operasional cafe. Secara umum, kafe tutup pada pukul 00.00 WIB, namun proses berkemas biasanya berlangsung hingga pukul 01.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, seperti adanya kegiatan atau acara dari pihak tertentu, jam operasional bisa sedikit diperpanjang.
Jika ada kegiatan sebuah instansi ada acara dan meminta tambahan waktu, itupun waktunya tetap dibatasi, mestipun waktunya tidak setiap hari diadakan, tambahnya.
“Sejauh yang kami tahu, tidak ada keluhan. Kalau pun ada, itu sudah lama sekali, sekitar lima atau enam tahun lalu, dan sudah kami klarifikasi dengan warga sekitar,” ujarnya.
BACA JUGA: Polres Aceh Selatan Ungkap Kasus Curanmor, 4 Unit Sepeda Motor Diamankan dalam Sepekan
Pihaknya berharap, kepada pihak berwenang, harus ada perlakuan adil dalam menyikapi isu yang berkembang. Ia meminta agar pengawasan dilakukan secara menyeluruh dan tidak berdasarkan laporan sepihak.
“Kami minta keadilan. Kalau memang mau ditertibkan, silakan dilakukan secara terbuka dan menyeluruh. Kami juga berharap Satpol PP dan WH bisa melakukan patroli langsung, jangan hanya mendengar dari satu pihak saja,” pungkasnya. (KSC)
Reporter: Dahyati





