KLIKSUMUT.COM | BANDA ACEH ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menekankan pemanfaatan bahan baku lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh.
Nasir mengemukakan harapan ini saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan MBG bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Aceh, Kamis (22/1/2026).
Hadir dalam Rakor tersebut Koordinator Wilayah MBG, serta Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG kabupaten/kota di Kantor Gubernur Aceh.
BACA JUGA: Wagub Aceh Resmikan Dapur MBG SPPG Seunuddon di Aceh Utara
Ratusan Dapur MBG Telah Terbentuk
Dalam kesempatan itu, Nasir menyebutkan, hingga kini ratusan dapur MBG telah terbentuk dan jumlahnya terus bertambah. Ia menargetkan lebih dari 900 dapur dapat terealisasi.
“Jika seluruh target tercapai, sekitar Rp7 triliun anggaran akan beredar melalui program tersebut,” ujarnya.
Nasir menilai potensi besar ini harus memberikan manfaat dalam menggerakkan ekonomi daerah. Ia menekankan agar seluruh belanja bahan baku dilakukan di Aceh, bukan bergantung pada pasokan dari luar provinsi.
BACA JUGA: Tiga Karyawan SPPG MBG Jadi Korban Begal di Pantai Cermin
“Distribusi harus lancar, tapi yang lebih penting stok bahan baku tersedia di daerah. Jangan sampai beli ke luar Aceh,” tegas Nasir.
Belanja Bahan Baku Lokal Dorong Perekonomian
Nasir menegaskan, apabila minimal 70 persen kebutuhan bahan baku dapur MBG berasal dari Aceh, sekitar Rp5 triliun dana akan berputar di dalam daerah. Dampak ekonomi bagi masyarakat lokal pun akan terasa signifikan.
BACA JUGA: Sidak Dapur SPPG, Kodim 0205/TK Pastikan Kualitas Menu Program MBG di Karo
Ia meminta pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab memastikan ketersediaan pasokan bahan baku di wilayah masing-masing. Nasir juga menginstruksikan agar dinas teknis mendorong masyarakat meningkatkan produksi, baik melalui penanaman sayur-mayur maupun pengembangan peternakan.
“Ini bukan cerita kosong, uangnya sudah ada di MBG,” tegasnya.
MBG Sebagai Instrumen Strategis
Dengan optimalisasi belanja bahan baku lokal, Nasir optimistis program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah dan menekan angka kemiskinan di Aceh. (KSC)
REPORTER: Adli Safwan








