RUPST 2026: Garuda Indonesia Rombak Direksi dan Komisaris, Kinerja Kuartal I Makin Positif

Indonesia Lakukan Penerbangan Komersial Pertama Gunakan Bahan Bakar Jet Campuran Minyak Sawit
ILUSTRASI - Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia di tarmac Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, 28 April 2017. (REUTERS/Darren Whiteside)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Garuda Indonesia melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu (13/5/2026). Pergantian manajemen ini dilakukan di tengah tren positif kinerja keuangan dan operasional perseroan sepanjang Kuartal I 2026.

Selain menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan, RUPST juga menetapkan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan dan laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) Tahun Buku 2026.

Tak hanya itu, rapat turut menyetujui pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026-2030 serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta perubahannya. Perseroan juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum.

BACA JUGA: Pesawat Garuda Indonesia Berputar 4,5 Jam di Udara India Akibat Uji Coba Rudal, Penerbangan Jeddah-Medan Molor hingga 12 Jam

Pendapatan Garuda Indonesia Naik 5,36 Persen

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Garuda Indonesia Group berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha konsolidasian sebesar 5,36 persen menjadi USD 762,35 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan dari penerbangan berjadwal atau scheduled flight menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan sebesar 7,36 persen menjadi USD 648,10 juta.

Tidak hanya meningkatkan pendapatan, perseroan juga sukses menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2 persen menjadi USD 41,62 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebut capaian tersebut menjadi sinyal positif terhadap penguatan fundamental bisnis dan operasional perusahaan.

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap,” ujar Glenny dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, fokus utama perseroan saat ini diarahkan pada penguatan fundamental bisnis melalui peningkatan operational excellence, disiplin biaya (cost discipline), penguatan keandalan layanan (service reliability), optimalisasi jaringan penerbangan, serta transformasi layanan dan digitalisasi operasional secara berkelanjutan.

“Dengan susunan manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Susunan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia 2026

Dewan Komisaris
– Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
– Komisaris Independen: Mawardi Yahya
– Komisaris: Chairal Tanjung
– Komisaris: Sugito Anjasmoro

BACA JUGA: Garuda Indonesia dan Stakeholder Bandara Kualanamu Minta Maaf atas Insiden Salah Tangkap Ketua DPW NasDem Sumut

Direksi
– Direktur Utama: Glenny Kairupan
– Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
– Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
– Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
– Direktur Teknik: Mukhtaris
– Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
– Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
– Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Perubahan susunan manajemen ini diharapkan mampu memperkuat strategi transformasi bisnis Garuda Indonesia di tengah tantangan industri penerbangan global yang terus berkembang. (KSC)

Pos terkait