Rugikan Negara Rp 32 Milyar, Kejari Simalungun Tahan Mantan Kacab BSM Simalungun

MEDAN | kliksumut.com – Kejaksaan Negeri Simalungun tahan dua tersangka kasus korupsi, Selasa (30/3/2021) setelah Tim Kejaksaan Agung melakukan pelimpahan berkas tahap dua kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp 32.565.870.000, berdasarkan temuan audit BPK RI terkait pemberian fasilitas pembiayaan oleh PT Bank Syariah Mandiri (BSM) kepada PT Tanjung Siram ke Kejati Sumut.

Kedua tersangka yakni Dhanny Surya Satrya (41) selaku mantan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank Syariah Mandiri Perdagangan Simalungun dan Memet S Siregar (57) selaku Direktur PT. Tanjung Siram.

“Benar, kita telah menerima pelimpahan tahap dua dari Tim penyidik Kejaksaan Agung RI pada hari Selasa (30/03/2021),” kata Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian saat ditemui di ruangannya, Rabu, (31/03/2021)

Baca juga: Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria, Gubernur Sumut Harapkan Kasus Sengketa Tanah Segera Selesai

Bacaan Lainnya


Sumanggar mengatakan dana pinjaman berbentuk agunan tersebut diperuntukkan bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan dan ketentuan Bank Syariah Mandiri Perdagangan, Simalungun.

“Namun, setelah dilakukan penyelidikan hingga penyidikan tim penyidik bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Agung RI, berbagai penyimpangan mencuat, mulai dari perencanaan hingga pencairan dana pinjaman dan bahkan sampai perusahaan tak bayar,” ujarnya.

Baca juga: Telkomsel Serahkan Ribuan Hadiah di Program To the POIN Festival untuk Pelanggan Setia


Mantan Kasi Pidum Kejari Binjai ini menyampaikan, sesuai hasil penyidikan, Dhani dan Memet ditetapkan menjadi tersangka, dan saat ini telah dititipkan di Rutan Pancur Batu. Dan surat penahanan 20 hari kedepan sambil menunggu sidang di Pengadilan Tipikor.

“Jadi, Tim dari Kejagung RI sesuai prosedur, melimpahkan perkara tahap dua ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, selanjutnya diserahkan ke penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Simalungun,” katanya.

Pos terkait