Rehabilitasi Sekda Nias Utara Non Aktif Dianggap Memiliki Keistimewaan

Rehabilitasi Sekda Nias Utara Non Aktif Dianggap Memiliki Keistimewaan
Praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Eka Putra Zakran, SH MH alias Epza.

MEDAN | kliksumut.com – Dikirimnya Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Utara non aktif ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Ildram untuk direhabilitasi mendapat sorotan tajam dari praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Eka Putra Zakran, SH MH alias Epza.

Menurut Epza rehabilitasi yang dilakukan oleh polisi terhadap Yafeti Nazara selaku Sekda Nias Utara non aktif dianggap memiliki keistimewaan tersendiri. Sebab sampai saat ini kabarnya belum ada kepastian apakah yang bersangkuatan akan menajalani persidangan atau tidak.

Sambung Epza, meskipun akan di rehab tapi perkara harus tetap diproses ke pengadilan. Sehingga jelas dan terang mengenai kepastian hukumnya. Artinya proses hukum terhadap perkara ini tidak menjadi bias atau kabur.

Baca juga: Epza Raih Gelar Magister Hukum UNPAB Medan dengan Tesis berkaitan Covid-19

“Sudah berulang kali saya sampaikan bahwa sangat disesalkan jika yang melakukan tindak kejahatan adalah dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMD atau sejenisnya, apalagi tindak pidana yang dilakukan menyangkut pemakaian narkoba atau narkotika. Perbuatan tersebut jelas terlarang, selain bertentangan dengan hukum, agama dan jugal merupakan musuh negara”, terang Epza.

Sejatinya, tambah, Epza, ASN adalah pejabat publik memberikan contoh yang baik, apalagi pejabat setingkat Sekda harusnya memberi suri tauladan, contoh yang baik. Bukan malah menjadi pelaku yang dilarang negara tersebut.

Parahnya, sebut Epza, bukan hanya sekedar pemakai biasa, yang bersangkutan justru berpesta pora dengan teman-temannya dan didampingi beberapa perempuan, inikan jelas perbuatan yang tak senonoh, tak mencerminkan sedikitpun sebagai pamong atau abdi negara.

Pos terkait