Presiden Prabowo Akan Bertemu Donald Trump September-Oktober, Siap Pererat Kerja Sama Dagang Indonesia-AS

Prabowo Ungkap Kinerja Menteri
Foto: Presiden Prabowo Sbuianto menyampaikan sambutan dalam acara goundbreaking ekosistem industri kendaraan listrik terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). (kliksumut.com/Setneg)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang dijadwalkan berlangsung antara bulan September hingga Oktober 2025. Pertemuan bilateral ini diyakini akan menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama dagang kedua negara.

“Beliau (Trump) katakan mungkin sekitar September-Oktober,” ujar Presiden Prabowo saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (16/7/2025).

Tak hanya membahas hal serius, Prabowo juga menyelipkan candaan mengenai kemungkinan diajak bermain golf oleh Trump. Dengan gaya khasnya, Prabowo mengaku cukup khawatir karena kemampuan bermain golf-nya sudah menurun.

BACA JUGA: Trump Umumkan Kesepakatan Dagang dengan Indonesia, Puji Prabowo dan Tetapkan Tarif 19%

“Tapi saya agak ngeri kalau dia ajak main golf, golf saya jelek sekali, saya harus les privat golf. Dulu bagus, sekarang nggak bisa lagi,” canda Prabowo yang disambut tawa para jurnalis.

Bacaan Lainnya

Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Jadi Pemantik

Rencana pertemuan ini mencuat setelah Prabowo dan Trump menggelar pembicaraan via telepon beberapa waktu lalu. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin sepakat meningkatkan hubungan dagang yang lebih saling menguntungkan. Hasil konkret dari pembicaraan tersebut adalah penetapan tarif baru sebesar 19% untuk seluruh produk ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat turun signifikan dari tarif sebelumnya yang mencapai 32%.

Momen penting tersebut dibagikan langsung oleh Presiden Prabowo melalui akun Instagram resminya, @prabowo. Dalam unggahan itu, tampak dirinya tersenyum lebar saat berkomunikasi dengan Trump.

“Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Donald Trump. Kami sepakat untuk membawa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat ke era baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara kita yang besar,” tulis Prabowo.

Trump Kirim Salam untuk Rakyat Indonesia

Dalam pernyataan yang sama, Prabowo juga menyampaikan bahwa Donald Trump menyampaikan salam hangat kepada seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, Trump sangat menghargai kerja sama erat yang tengah dibangun, dan berkomitmen untuk memperluas kemitraan di berbagai sektor, termasuk investasi, teknologi, dan pertahanan.

Rencana pertemuan tatap muka antara kedua pemimpin negara ini disebut-sebut akan menjadi bagian penting dari diplomasi strategis Indonesia dalam menyongsong tatanan geopolitik baru dunia pasca pandemi dan di tengah rivalitas ekonomi global.

Harapan Baru bagi Ekspor Nasional

Kebijakan penurunan tarif ekspor sebesar 19% ke pasar AS disambut baik oleh pelaku usaha di dalam negeri. Banyak pihak menilai langkah diplomasi yang dilakukan Prabowo sebagai bentuk keberanian dan kecepatan dalam merespons peluang perdagangan global.

BACA JUGA: Hangat dan Penuh Makna, Presiden Prabowo Dijamu Makan Malam oleh Presiden Macron di Istana Elysee

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Teuku Riefky, menilai bahwa penurunan tarif ini akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar AS. “Langkah Presiden Prabowo melakukan komunikasi langsung dengan Trump adalah diplomasi ekonomi yang cerdas. Ini bukan hanya tentang politik luar negeri, tapi juga tentang menyelamatkan dan mendorong ekspor kita di tengah perlambatan ekonomi global,” ujarnya.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Donald Trump yang direncanakan pada September atau Oktober 2025 diyakini bukan hanya pertemuan seremonial, tetapi menjadi panggung penting dalam mempererat hubungan Indonesia-Amerika Serikat. Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun cair, Prabowo menunjukkan bahwa diplomasi tidak selalu kaku—bahkan bisa diselingi tawa dan candaan seputar golf.

Kita tunggu hasil konkrit dari pertemuan tersebut, yang semoga membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi dan penguatan posisi Indonesia di kancah global. (KSC)

Pos terkait