KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama. Keputusan ini diumumkan bersamaan dengan perayaan Hari Santri 2025, sebagai upaya memperkuat koordinasi dan pengembangan pesantren di seluruh Indonesia.
Meski detail tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Ditjen Pesantren belum dijelaskan secara rinci, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kehadiran unit kerja baru ini akan memastikan seluruh pesantren terdata dan terlayani bantuan pemerintah secara merata.
BACA JUGA: Prabowo Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren: Perkuat Peran Pesantren di Indonesia
“Dengan adanya Ditjen, hal-hal tersebut bisa tertangani dengan lebih baik karena ada perangkat kerja yang lebih luas dan sistem yang lebih terkoordinasi,” ujar Nasaruddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Nasaruddin menambahkan, sistem sertifikasi dan pendataan pesantren juga akan diperkuat agar pelaksanaan program terkait lembaga pendidikan ini lebih tertib dan akurat. Selama ini, masih terdapat pesantren yang belum terdata atau belum tersentuh bantuan pemerintah, sehingga keberadaan Ditjen diharapkan menjadi solusi koordinasi nasional.
BACA JUGA: Pemerintah Kucurkan Rp25 Miliar untuk Audit 80 Pondok Pesantren Rawan Roboh
Selain itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menekankan bahwa Ditjen Pesantren akan memperkuat pondok pesantren dalam tiga ranah utama yakni; pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah ini dianggap strategis untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan sekaligus pusat pemberdayaan komunitas, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam.
BACA JUGA: Gubernur Aceh Raih Penghargaan Kepada Daerah Peduli Pesantren di Ajang Pesantren Award 2025
Dengan pembentukan Ditjen Pesantren, pemerintah menargetkan pengelolaan data, sertifikasi, dan program bantuan untuk pesantren menjadi lebih terstruktur, transparan, dan profesional, sehingga pondok pesantren dapat berperan maksimal dalam membangun generasi muda Indonesia. (KSC)








