KLIKSUMUT.COM | SERDANG BEDAGAI – PT PLN (Persero) PUSMANPRO UPMK IV menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana melalui pelaksanaan Program Desa Siaga Bencana di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 22–24 September 2026 ini, merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan warga lokal dalam menghadapi potensi situasi darurat.
Manajer Aset, Properti, Komunikasi, dan Umum PLN PUSMANPRO UPMK IV, Dedy Dwi Sampurna, menyampaikan bahwa program TJSL PLN tidak sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan berfokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA: Kajari Serdang Bedagai Diperiksa Kejagung, Diduga Langgar Prosedur Penanganan Perkara
“Melalui kegiatan Desa Siaga Bencana ini, kami berharap terbentuk masyarakat yang lebih siap, tanggap, dan mampu mengambil langkah penanganan awal saat terjadi bencana,” ujar Dedy.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Komandan Kompi BPBD Sumut Daniel Dachi, Kepala Pelaksana BPBD Kab. Serdang Bedagai Rico Ebtian, Camat Tanjung Beringin Ahmadi Darma, serta Kepala Desa Bagan Kuala Safril.
Dukungan Sarana dan Prasarana Kebencanaan Guna menunjang operasional kesiapsiagaan di lapangan, PLN PUSMANPRO UPMK IV menyerahkan sejumlah paket bantuan sarana kebencanaan kepada pemerintah desa.
Bantuan tersebut mencakup 1 unit perahu karet LCR 380, 1 unit mesin pompa air portable, 1 unit tandon air darurat 500 liter, 1 unit tandu lipat, 1 unit megaphone, 1 paket First Aid, serta perlengkapan keselamatan seperti life jacket, helm safety, senter emergency, dan rompi tim siaga bencana.
BACA JUGA: Kajari Serdang Bedagai Diperiksa Kejagung, Diduga Langgar Prosedur Penanganan Perkara
Pelatihan dan Simulasi Lapangan Selama tiga hari pembekalan, para peserta mendapatkan materi teori dan praktik intensif dari Tim BPBD Sumut:
● 22 September 2026: Pembekalan penyusunan peta risiko bencana desa serta pelatihan teknis vertical rescue (penyelamatan di ketinggian).
● 23 September 2026: Manajemen pemenuhan kebutuhan darurat mencakup tata kelola dapur umum, pengelolaan shelter pengungsian, serta teori dasar water rescue.
● 24 September 2026: Demonstrasi dan simulasi langsung water rescue di mana peserta mempraktikkan penggunaan perahu karet dan sarana keselamatan yang telah diserahkan.
Melalui sinergi antara PLN, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, Desa Bagan Kuala diharapkan siap menjadi desa tangguh bencana yang mandiri dan responsif dalam melindungi warganya. (KSC)








