Pilkada Aceh tahun 2022 Ditunda, Eks GAM Angkat Bicara

  • Whatsapp

LHOKSUKON | kliksumut.com – Tejadinya tolak undur waktu pelaksanaan Pilkada Aceh pada tahun 2022 mendatang mengundang banyak kritikan dari kalangan tokoh dan aktifis serta juga terjadi konflik baru, yang disitu telah memangkas kekhususan Aceh dan juga telah mengabaikan apa yang sudah tercapai dalam MoU Helsinki tahun 2005 lalu.

Hal itu terlihat jelas bagaimana perbedaan pandangan antara Komisi Indipenden Pemilihan (KIP) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia tentang waktu pelaksaan Pilkada diprovinsi Aceh pada tahun 2022 mendatang.

Baca juga: Ketua DPK – KNPI Lhoksukon : DPRK Aceh Utara Kurang Kajian tentang pemindahan Kantor

Bacaan Lainnya



Sebelumnya KIP Aceh telah melayangkan surat untuk KPU RI perihal Rancangan Keputusan Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan, surat KIP Aceh Nomor 0016/PP.01.02-SD/11/Prov/l/2021. Dan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) dalam suratnya bernomor 151/PP.01.2-SD/01/KPU/II/2021 , memberi tanggapannya.

Dalam suratnya KPU RI yang ditandatangani Plt Ketua KPU RI, Ilham Saputra menegaskan Pemilihan Kepala Daerah di Aceh tidak dapat digelar pada tahun 2022 mendatang.
KPU juga memerintahkan kepada seluruh KIP Kabupaten/Kota untuk tidak menjalankan tahapan Pilkada apapun yang telah ditetapkan oleh KIP Aceh.

Marzuki Ar atau lebih dikenal Wen Rimba Raya Eks GAM, yang juga Alumni S2 Pelayanan Publik Universitas Iskandar Muda Aceh dalam rilis presnya kepada media kliksumut.com, Jum’at (12/02/2021) mengatakan, Elite politik di Jakarta harus utamakan kepentingan Aceh untuk selamatkan Mou dan Undang – Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) demi NKRI.

Baca juga: Dinas PK Aceh Utara Resmi Tempati Bekas Gedung Pengadilan di Lhoksukon


“Negara jangan runtuhkan aturan hukum yang telah disepakati dalam implementasi Mou Helsinki dalam UUPA wajib dilaksanakan. Dalam hal ini Presiden Jokowi harus mengambil sikap tegas untuk Pilkada Aceh tahun 2022 dan berharap Wali Nanggroe, Gubernur, DPRA untuk bertemu Presiden Jokowi untuk bangun komunikasi semua elemen,” ujar Wen Rimba Raya.

Pos terkait