PGN Optimalkan Peran Gas Bumi di Transisi Energi

PGN Optimalkan Peran Gas Bumi di Transisi Energi
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)  mengotimalkan peran gas bumi sebagai energi perantara menuju transisi energi

PGN juga mendukung konsep Eco Industrial Park/ Estate dengan renewable energy dan aspek Environment – Social – Governance (ESG) pada kawasan industri.

Konsep investasi ESG tidak mengejar keuntungan semata, melainkan memperhatikan kebermanfaatan usaha bagi lingkungan, masyarakat, dan pemerintah.

Disebutkannya perkembangannya saat ini beberapa industri terutama terkait dengan FDI (Foreign Direct Investment) mulai melakukan satu tambahan requirement yaitu konsep eco. Jadi sudah mulai green production, karena saat ini sudah menjadi brand bagi investasi.

“Mereka memproduksi services maupun barang melalui proses yang ramah lingkungan. Karena itu di industrial park kami menawarkan eco friendly energy. Selain gas juga akan kami gabungkan energi lain seperti solar PV, air, atau geothermal yang saat ini banyak tersebar di Indonesia,” jelas Heru.

Ada beberapa perubahan yang dilakukan PGN untuk bisa memberikan layanan energi yang affordable masyarakat.

PGN mengusulkan beberapa strategi yakni pengembangan infrastruktur diselaraskan dengan rencana pengembangan KI dan penyediaan infrastruktur pendukung KI.

BACA JUGA: Jelang Lebaran, PGN Pastikan Keamanan Infrastruktur

Selanjutnya sinergi produk melalui kerjasama dengan KI sesuai dengan potensi bisnis yang saling menguntungkan. PGN akan terus berkoordidasi dengan Pertamina, PLN, dan stakeholder lainnya dalam rangka membangun kawasan industri.

Kesuksesan pemanfaatan gas bumi di suatu kawasan ekonomi baru juga mempertimbangkan jenis industri di dalam kawasan, serta ketersediaan infrastruktur pendukung lainnya seperti jalan, listrik, telekomunikasi, energi dan lain-lain.

Menurut Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid, untuk menyukseskan Kawasan Ekonomi Baru memerlukan integrated approach yang jelas di mana suatu kawasan ekonomi harus memiliki infrastruktur dan akses terhadap moda transportasi.

“Disisi lain yang tak kalah penting adalah menarik anchor tenan, industri hulu atau industri awal yang menjadi penopang dan kemudian akan didukung oleh industri lainnya. Dengan demikian kawasan ekonomi akan menjadi sukses,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sepakat bahwa akan dilakukan speed-up untuk pembangunan jaringan Semarang-Batang dalam membantu pemenuhan kebutuhan gas di Jawa Tengah.

Menurutnya, Jaringan Pipa Cirebon-Semarang juga penting untuk didorong diselesaikan.

“Faktanya Jawa Tengah memang agak shut posisi gasnya, saya kira perlu di “gas” sehingga gas untuk industrinya bisa jalan,” imbuh Ganjar. (rel- swisma)

Pos terkait