Perjalanan Panjang Yovie & Nuno: Dari Bandung ke Panggung Musik Indonesia

Perjalanan Panjang Yovie & Nuno: Dari Bandung ke Panggung Musik Indonesia
Yovie dan Nuno

KLIKSUMUT.COM – Siapa yang tak kenal Yovie & Nuno? Grup musik pop asal Bandung ini sudah lebih dari dua dekade mewarnai industri musik Indonesia dengan lagu-lagu romantis dan aransemen manis khas karya Yovie Widianto. Meski silih berganti formasi, semangat bermusik Yovie & Nuno tak pernah padam.

Didirikan pada 21 Maret 2001, grup ini awalnya bernama Yovie & The Nuno dengan formasi Yovie Widianto (keyboard), Dudy Oris (vokal), Diat (gitar), Yuke Sampurna (bass), dan Rere (drum). Tak butuh waktu lama, mereka langsung merilis album perdana bertajuk Semua Bintang yang menampilkan kolaborasi dengan musisi papan atas seperti Glenn Fredly, Audy Item, dan Fariz RM.

Bacaan Lainnya

Namun, tak lama setelah perilisan album tersebut, Yuke Sampurna hengkang untuk bergabung dengan Dewa 19 pada tahun 2002.

Setelah sukses dengan album pertama, Yovie & The Nuno menambah dua personel baru: Gail (vokal) dan Ersta (bass). Album kedua mereka, Kemenangan Cinta (2004), mempertegas eksistensi band ini di industri musik. Namun, pada penghujung 2005, Gail, Ersta, dan Rere resmi keluar, membuat band ini hanya menyisakan tiga

BACA JUGA: Tangga: Perjalanan Grup Vokal Pop/R&B Legendaris Indonesia dari Awal Gemilang hingga Perpisahan Emosional

Audisi besar-besaran dilakukan untuk mencari vokalis baru, dan muncullah Dikta, yang kemudian menjadi ikon baru Yovie & Nuno. Bersama Dikta, mereka merilis album legendaris The Special One (2007) dengan hits seperti “Menjaga Hati” dan “Janji Suci”.

Album ini melambungkan nama Yovie & Nuno ke puncak popularitas dan membawa mereka meraih AMI Awards

Kesuksesan berlanjut dengan album Winning Eleven (2010) dan Still The One (2014). Namun, di tengah kejayaan, satu per satu personel memilih hengkang. Dudy Oris mundur pada 2012, disusul Yovie Widianto pada 2019, dan Arya Windura pada 2021.

Meski ditinggalkan sang pendiri, Yovie tetap berperan sebagai produser dan pengarah musik, memastikan karakter khas Yovie & Nuno tetap hidup.

BACA JUGA: ASBAK Band Kembali Hadir dengan Single “Kapal Terbang”, Tanda Eksistensi 17 Tahun di Industri Musik Indonesia

Pada 1 Juni 2022, Dikta resmi pamit setelah 15 tahun bersama. Kekosongan posisi vokalis kemudian diisi oleh Adhyra Yudhi dan Chico Andreas. Keduanya diperkenalkan secara resmi pada 6 Juni 2022, membuka lembaran baru dalam perjalanan band ini.

Meski kini tanpa Yovie Widianto di atas panggung, Yovie & Nuno terus berinovasi dan berkarya. Lagu-lagu mereka tetap menjadi pilihan utama para penikmat musik pop Indonesia, dari generasi 2000-an hingga Gen Z.

Lebih dari dua dekade berkarya, Yovie & Nuno telah membuktikan bahwa perubahan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru. Dengan formasi baru dan semangat lama, mereka terus menjaga harmoni cinta dalam setiap nada. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait