KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) bersama KAI Bandara dan Komunitas Divre 1 Railfans menggelar kegiatan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang di Jalan Wahidin dan Jalan Megawati, Kota Binjai, Minggu (9/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara operator perkeretaapian dan komunitas pecinta kereta api dalam mengajak masyarakat untuk lebih disiplin saat melintasi rel. Aksi ini juga merupakan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan di titik-titik rawan perlintasan sebidang yang masih sering terjadi di wilayah Sumatera Utara.
Dalam kegiatan tersebut, petugas KAI dan komunitas railfans melakukan orasi keselamatan menggunakan pengeras suara guna mengingatkan para pengendara agar selalu berhati-hati. Mereka juga membentangkan banner dan poster sosialisasi keselamatan, serta membagikan stiker berisi imbauan tertib berlalu lintas kepada pengguna jalan yang melintas di area perlintasan.
“Masih banyak pengguna jalan yang kurang mematuhi aturan di perlintasan sebidang. Perilaku seperti menerobos palang pintu dapat membahayakan keselamatan, baik bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta api,” jelas Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin.
BACA JUGA: KGPAA Mangkunegara X Dicopot dari Jabatan Komisaris PT KAI, Digantikan Purnomo Sucipto Cs
As’ad menegaskan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara berkelanjutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dalam pasal-pasal tersebut disebutkan bahwa pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, berhenti saat sinyal berbunyi atau palang pintu ditutup, serta memberi hak utama bagi kereta yang sedang melintas.
KAI Divre I Sumut mencatat, hingga awal November 2025 telah terjadi 36 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan rincian: 18 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 29 orang luka ringan.
Selain itu, terdapat 18 kasus pejalan kaki meninggal dunia akibat tertabrak kereta api di wilayah operasional KAI Sumut pada periode yang sama.
“Kami terus mengingatkan masyarakat bahwa jalur kereta api merupakan jalur steril. Dilarang keras beraktivitas di sekitar rel demi keselamatan bersama,” tegas As’ad.
BACA JUGA: Jelang Puncak Angkutan Lebaran 2023, Awak PT KAI Jalani Tes Narkoba
Melalui kegiatan edukatif ini, KAI Sumut berharap kolaborasi antara operator, komunitas railfans, dan masyarakat dapat memperkuat budaya tertib dan aman di sekitar jalur kereta api.
“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis tingkat keselamatan perjalanan kereta api di Sumatera Utara akan terus meningkat,” tutup As’ad. (KSC)
TIM REDAKSI





