Perjalanan Karier Pasto-1, Grup Vokal Indonesia yang Tetap Eksis Sejak 2002

Perjalanan Karier Pasto-1, Grup Vokal Indonesia yang Tetap Eksis Sejak 2002
Industri musik Indonesia pernah diramaikan oleh kehadiran grup vokal bernama Pasto-1 yang sebelumnya dikenal dengan nama Pasto.

KLIKSUMUT.COMIndustri musik Indonesia pernah diramaikan oleh kehadiran grup vokal bernama Pasto-1 yang sebelumnya dikenal dengan nama Pasto. Grup musik ini dikenal luas lewat sejumlah lagu hits dan perjalanan panjang mereka di dunia hiburan Tanah Air sejak awal 2000-an.

Pasto-1 merupakan grup musik asal Indonesia yang didirikan pada tahun 2002. Nama mereka mulai dikenal publik setelah tampil di berbagai panggung musik bergengsi, termasuk Java Jazz 2006, hingga sukses menembus ajang pencarian bakat “Bintang Cari Bintang” yang ditayangkan oleh Trans TV pada 11 November 2006.

Nama “Pasto” sendiri digagas oleh mendiang Glenn Fredly. Nama tersebut memiliki makna spirit yang tidak mengenal lelah, sekaligus menjadi simbol perjuangan grup vokal ini dalam meniti karier di industri musik Indonesia.

Perjalanan Pasto bermula ketika Leo Colling, Rudolf DeQueljoe, Bobby, dan Rayen Pono tergabung dalam sebuah grup vokal bernama “Antero Black” pada tahun 2002. Grup tersebut berada di bawah asuhan Chris Pattikawa dan aktif tampil di berbagai acara musik.

Pertemuan mereka dengan Glenn Fredly menjadi titik awal perubahan besar. Pada awal tahun 2003, “Antero Black” resmi berganti nama menjadi Pasto dan mulai berkembang di bawah bimbingan Glenn Fredly.

Bacaan Lainnya

Nama Pasto juga disebut terinspirasi dari nama anak seorang penyanyi bernama Viona Paays yang telah meninggal dunia. Glenn Fredly kemudian mengabadikan nama tersebut menjadi identitas grup vokal ini.

Pada Desember 2005, Bayu Risakotta bergabung dengan Pasto untuk memperkuat formasi grup. Mereka kemudian fokus menyelesaikan album perdana dan mulai tampil reguler di BROS Lounge, Hotel Grand Kemang, Jakarta, pada Februari hingga Mei 2006.

Popularitas Pasto semakin meningkat setelah mengikuti ajang Bintang Cari Bintang di Trans TV. Meski hanya menempati posisi ketiga, nama mereka mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

BACA JUGA: Pas Band: Pelopor Band Indie Indonesia yang Sukses Tembus Industri Musik Nasional

Formasi berikutnya yang terdiri dari Rayen Pono dan Romeltho Sinjal terus melanjutkan perjuangan musik mereka dengan dukungan Iman Mawardi. Mereka kemudian merilis single “Player” yang berhasil mengubah citra grup dan membuat publik semakin mengenal Pasto.

Tak berhenti di situ, Pasto kembali mencuri perhatian lewat lagu “Aku Pasti Kembali” yang dirilis pada awal 2009. Lagu yang merupakan daur ulang milik duo Ratu itu sukses besar di pasaran dan menjadi salah satu karya paling populer dari Pasto.

Selain membawakan lagu pop, Pasto juga dikenal kerap menyanyikan lagu-lagu rohani dalam berbagai kesempatan.

Pada tahun 2011, Pasto kembali mengalami perubahan besar setelah Rayen Pono memutuskan hengkang dari grup. Meski demikian, Maia Estianty selaku produser menegaskan bahwa grup tersebut tidak bubar.

Sebagai pengganti Rayen, dilakukan proses audisi hingga akhirnya terpilih Mario Hutagalung. Sejak saat itu, nama grup berubah menjadi Pasto-1.

Dengan formasi baru, Pasto-1 merilis single “Salahkah Diriku Terlalu Mencintaimu”, lagu lawas milik Ratu yang dibawakan ulang bersama penyanyi Milika.

Pada tahun 2016, Pasto-1 kembali ditinggalkan oleh dua personelnya, Meltho dan Mario. Keduanya kemudian membentuk grup vokal baru bernama Paskal.

Meski demikian, label Le Moesiek Revole menegaskan bahwa Pasto tidak bubar. Grup ini justru hadir dengan konsep baru yang lebih segar melalui bergabungnya dua personel anyar, yakni Sion Simbolon dan Jason Gunawan.

BACA JUGA: Letto, Band Asal Yogyakarta yang Tak Lekang oleh Waktu: Dari “Ruang Rindu” hingga “Cinta, Bersabarlah…”

Sion Simbolon sendiri dikenal sebagai alumni ajang pencarian bakat “Idola Cilik” musim pertama. Kehadirannya membawa warna baru bagi perjalanan musik Pasto di industri hiburan Indonesia.

Meski mengalami berbagai pergantian personel dan perubahan nama, Pasto-1 tetap menjadi salah satu grup vokal yang memiliki tempat tersendiri di hati penikmat musik Indonesia.

Dengan perjalanan panjang sejak 2002, Pasto-1 membuktikan bahwa konsistensi, semangat, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk tetap bertahan di tengah persaingan industri musik yang terus berubah. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait