KLIKSUMUT.COM | JAMBI ~ Peredaran uang palsu kembali menggemparkan Kota Jambi. Kali ini, warga menemukan uang palsu beredar di wilayah Kenali Besar dan Simpang Rimbo pada Kamis (29/01/2026).
Pedagang menjadi sasaran utama peredaran ilegal ini, termasuk pedagang manisan yang beroperasi 24 jam dan pedagang ibu-ibu di pasar tradisional.
Pedagang Kerap Jadi Korban
Seorang pedagang toko sembako dan manisan, Lia, mengaku sudah beberapa kali menjadi korban peredaran uang palsu.
“Kalau mau dihitung sudah lupa berapa kali,” ujarnya.
BACA JUGA: Marak Peredaran Uang Palsu di Jambi, Pedagang Rugi Jutaan Rupiah! Begini Modus Terbarunya
Ia menambahkan, kali ini tokonya menerima uang palsu pecahan Rp 100.000 saat menghitung hasil penjualan di rumah. Uang tersebut didapat dari pembeli di Kenali Besar, Kota Simpang Rimbo.
Lia menyebutkan, toko-toko lain di Rajawali, Mayang, dan Bagan Pete juga pernah menerima uang palsu. Bahkan, toko milik adiknya di Kota Baru juga sempat mendapatkan uang palsu, tetapi adiknya berhasil mengembalikannya kepada pembeli yang kemudian pura-pura tidak tahu dan kabur.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Mantan Artis Drama Kolosal Sekar Arum Widara karena Gunakan Uang Palsu di Mal Kemang
Masih Gunakan Modus Lama
Peredaran uang palsu saat ini menggunakan modus lama. Pelaku memanfaatkan kondisi pedagang yang mengantuk di pagi hari atau keramaian pasar sehingga uang palsu mudah lolos tanpa dicek dengan teliti. Mariam, pedagang di Rajawali, mengungkapkan kekhawatirannya atas fenomena ini.
“Mudah-mudahan pihak penegak hukum segera menangkap pelaku peredaran uang palsu ini. Sudah membuat resah masyarakat, khususnya pedagang kecil. Ini jelas melawan hukum, dan tidak ada toleransi bagi pelanggar yang merugikan orang lain,” ujarnya.
Mirip Asli dan Waktu yang Tepat untuk Memeriksa
Pedagang mengeluhkan kesulitan membedakan uang palsu dengan uang asli karena kemiripannya. Beberapa kali, uang palsu baru terdeteksi saat pedagang memeriksa dengan alat laser atau saat menggunakan metode terawang. Namun, saat kondisi mengantuk atau ramai, pedagang sering lupa mengecek detail uang yang diterima. Mariam menambahkan, peredaran uang palsu kemungkinan meningkat menjelang bulan puasa dan Idul Fitri.
Para pedagang penting selalu waspada, memeriksa uang dengan cermat, dan melaporkan setiap temuan uang palsu kepada pihak berwenang guna mencegah kerugian lebih besar. (KSC)
REPORTER: Dalil Harahap








