REPORTER: Dahyati
EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | ACEH SELATAN – Sebanyak sembilan orang etnis Rohingya kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Yuliddin Away (YA) Tapaktuan, tepatnya di Gedung B, lantai 2. Para pasien tersebut mulai dirawat sejak tanggal 19 Oktober 2024, dan jumlahnya terus bertambah hingga hari ini, Selasa (22/10/2024).
Menurut Kepala Bidang Pelayanan RS YA, dr. Ikram, para Rohingya yang dirawat mengalami beragam keluhan, mulai dari nyeri perut, nyeri kepala, hingga luka di kaki yang dialami seorang anak-anak. Tak hanya itu, ada juga seorang ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.
BACA JUGA: Etnis Rohingya di Perairan Aceh Selatan, Terungkap sebagai Tindak Pidana Perdagangan Manusia
“Hari pertama kami menerima lima pasien, dan saat ini jumlahnya bertambah menjadi sembilan, meski satu di antaranya hanya membutuhkan perawatan jalan. Pasien ini tidak kembali ke kapal karena ingin menjaga keluarganya yang juga sedang dirawat,” ujar dr. Ikram.
Penanganan darurat langsung dilakukan begitu pasien tiba di rumah sakit, dan saat ini mereka telah mendapatkan perawatan lanjutan. “Semoga beberapa dari mereka bisa segera keluar dari rumah sakit dan kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.
Terkait biaya perawatan, dr. Ikram memastikan bahwa seluruhnya telah dikomunikasikan dengan pihak International Organization for Migration (IOM). “IOM telah bersedia menanggung semua biaya perawatan ini, sehingga kami bisa fokus pada upaya penyembuhan pasien,” jelasnya.
Setelah mendapatkan perawatan, pasien yang kondisinya membaik akan diserahkan kembali kepada pihak UNHCR dan IOM untuk penanganan lebih lanjut. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya IOM dalam memastikan kesejahteraan dan perlindungan bagi pengungsi Rohingya di Aceh Selatan.
Perhatian dunia terhadap etnis Rohingya terus meningkat, dan keberadaan mereka di Aceh Selatan menjadi salah satu isu kemanusiaan yang krusial. Dengan bantuan dari berbagai organisasi internasional seperti IOM dan UNHCR, mereka mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.
BACA JUGA: Tim UNHCR Cek Kesehatan Pengungsi Rohingya di Kapal yang Terombang-ambing, Masyarakat Labuhanhaji Menolak Kedatangan
Peran Rumah Sakit Yuliddin Away dalam memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi ini juga menjadi bukti nyata solidaritas masyarakat Aceh Selatan dalam membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
Kabar baik ini memberikan harapan bagi masa depan para pengungsi Rohingya, yang terus berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah mengalami penderitaan panjang akibat krisis di negara asal mereka. (KSC)








