Penguatan Integrasi Data Zakat Jadi Kunci Optimalisasi Pengelolaan Nasional

Penguatan Integrasi Data Zakat Jadi Kunci Optimalisasi Pengelolaan Nasional
Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i saat menutup BAZNAS Collaborative Leadership 2026

KLIKSUMUT.COM | TANGERANG SELATAN – Penguatan integrasi data zakat menjadi fokus utama dalam mendorong optimalisasi pengelolaan zakat nasional sekaligus menjaga amanah umat. Upaya ini terus didorong melalui kolaborasi antara Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional, serta berbagai pihak terkait sebagai garda terdepan pelayanan umat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, saat menutup kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership 2026 di Tangerang Selatan, Kamis (23/4/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, praktik penyaluran zakat yang telah berkembang di tengah masyarakat merupakan kekuatan besar yang perlu didukung oleh sistem pencatatan yang lebih baik dan terintegrasi secara nasional. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting untuk memastikan seluruh potensi zakat dapat terhimpun dan terpetakan secara optimal.

“Penyaluran zakat sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Ke depan, hal ini perlu kita perkuat dengan sistem pendataan yang lebih terintegrasi agar seluruh potensi zakat dapat terhimpun dan terpetakan dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Kemenag dan Bappenas Siapkan Dashboard ZISWAF Terintegrasi, Perkuat Penyaluran Zakat Tepat Sasaran

Romo Syafi’i menjelaskan bahwa integrasi data zakat akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian penghimpunan zakat nasional. Data yang terhubung dengan baik juga akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak luas.

Dengan sistem yang terintegrasi, pemerintah dan lembaga pengelola zakat dapat memantau distribusi secara lebih akurat, menghindari tumpang tindih penyaluran, serta memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Zakat bukan hanya instrumen bantuan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar untuk pemberdayaan. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat mendorong kemandirian masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA: Prabowo dan Gibran Tunaikan Zakat di Istana Negara

Optimalisasi zakat dinilai mampu menjadi solusi dalam mengurangi kesenjangan sosial serta meningkatkan kesejahteraan umat, sejalan dengan amanat regulasi pengelolaan zakat di Indonesia.

Wakil Menteri Agama juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi serta membangun sistem pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan saling terhubung. Dengan sinergi yang kuat, potensi zakat nasional dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan umat. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait