Penggalian Tano Ponggol Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Galian Hanya 4 Meter Dari Spesifikasi 8 Meter

  • Whatsapp

SAMOSIR | kliksumut.com – Pembangunan Alur Tano Ponggol yang memakan biaya Rp 300 milyar lebih yang berasal dari anggaran pusat mendapatkan perhatian dari masyarakat Pangururan, Samosir.

Pasalnya, pembangunannya disinyalir “asal jadi” hingga tidak sesuai spesifikasi dan pembangunan alur itu sudah banyak retak dan terancam ambruk.

Baca juga: Dilaporkan Sejak April 2019, Kejari Samosir Tangkap Terpidana Penghinaan

Bacaan Lainnya


Salah satu warga bermarga Naibabo yang sudah bermukim hingga puluhan tahun di kawasan Tano Ponggol mengatakan, salah satu kecurigaan pembangunan di Tano Ponggol yakni, saat proses penggalian yang seharusnya 8 meter namun ada dugaan pihak rekanan hanya melaksanakan  4 meter, sehingga kapal kapal besar dikuatirkan akan sulit melewati jembatan seperti visi awalnya. Tidak itu saja, daya tahan bangunan dinding yang cepat rusak dan retak retak menjadi masalah yang harus segera diusut.

“Banyak kejanggalan dalam proyek ini, kedalaman dan bangunan alur itu perlu diusut, ” terangnya.

Baca juga: Arus Kunjungan Ke Samosir Mulai Naik, 60 Personil Polres Samosir Tiap Hari Berjaga



Sementara itu, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon saat ditemui, Senin, (11/1/2021) kemarin menegaskan, jika pembangunan itu memang dibuat asal jadi, maka itu harus diusut dan diungkap.

Pos terkait