KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan anggaran sebesar Rp430 miliar untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran tersebut ke lima bidang prioritas guna memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal.
Alokasi terbesar Pemprov Sumut fokuskan pada bidang infrastruktur dengan nilai sekitar Rp275 miliar. Anggaran ini mencakup perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, pengelolaan sumber daya air, serta rehabilitasi rumah warga terdampak bencana.
Selain itu, Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran untuk bidang komunikasi dan informatika sebesar Rp1,68 miliar. Selanjutnya untuk pendidikan Rp36,8 miliar, kesehatan Rp6,9 miliar, serta bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten/kota sebesar Rp110 miliar.
BACA JUGA: Pemprov Sumut Pastikan Penyusunan R3P Rampung Akhir Januari 2026
Infrastruktur Jadi Prioritas Pemulihan
Gubernur SumUt, Bobby Nasution, menegaskan bahwa Pemprov Sumut akan melakukan pergeseran anggaran guna mendukung pemulihan pascabencana secara menyeluruh. Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus, dengan pembagian anggaran antara perbaikan infrastruktur pendidikan dan pembebasan SPP siswa di daerah terdampak.
“Kita akan lalukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana, bidang pendidikan kita bagi dua untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah bencana,” kata Bobby Nasution saat rapat koordinasi (Rakor) bersama Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jl. Diponegoro, No. 30, Medan, Senin (12/1/2026).
Rencana Pembangunan Huntap di Daerah Terdampak
Selain pemulihan infrastruktur, Pemprov Sumut juga merencanakan pembangunan 200 unit hunian tetap (huntap) dengan total anggaran Rp1,2 miliar. Nilai tersebut setara dengan skema pembangunan huntap oleh pemerintah pusat, yakni Rp60 juta per unit.
BACA JUGA: Wagub Sumut Ikuti Rakor Pemulihan Pascabencana Sumatera, Lima Daerah Jadi Perhatian
“Kita tunggu datanya dari kabupaten/kota dan menyingkronkan dengan data BNPB, bila memang Huntap sudah tercover semua oleh BNPB, kita akan tambahkan anggaran ini untuk BNPB, jadi rumah yang dibangun BNPB nilainya nanti lebih dari Rp60 juta,” ujar Bobby Nasution.
Pemerintah Pusat Perkuat Rehabilitasi Pascabencana
Ketua BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat terus memperkuat rehabilitasi pascabencana di Sumut, Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar). Melalui BNPB, Pemerintah Pusat menyiapkan 5.951 unit huntap untuk Sumut, melakukan perbaikan jalan dan jembatan, serta menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya.
“Walaupun status bencana sudah dicabut, kami akan tetap membantu bapak/ibu semua dalam pemulihan, tidak ada lagi masyarakat di pengungsian saat puasa, semua di huntara, menyewa rumah atau di rumah kerabat yang biayanya kita tanggung, kita juga menyiapkan Rp600 ribu per jiwa per bulan bagi pengungsi, Rp3 juta untuk pengganti isi rumah dan Rp5 juta untuk modal usaha bagi pengusaha yang terdampak,” kata Letjen Suharyanto.
BACA JUGA: Koordinasikan Percepatan Usulan R3P, Sekda Aceh Tinjau Langsung ke Gayo Lues
Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera, Tito Karnavian, menjelaskan sejumlah indikator menunjukkan kondisi daerah terdampak bencana di Sumut mulai kembali normal. Indikator tersebut meliputi berjalannya pemerintahan dari tingkat provinsi hingga desa, layanan publik yang membaik, akses darat yang lancar, aktivitas ekonomi yang kembali berjalan, serta ketersediaan SPBU, gas, elpiji, listrik, internet, dan air minum dalam kondisi stabil.
“Kalau dilihat dari pemetaan kita Sumut sudah membaik secara umum, hanya tinggal beberapa daerah yang masih perlu kita percepat seperti Tapsel, Tapteng, Taput, Sibolga, yang beberapa indikatornya masih belum baik,” kata Tito Karnavian.
Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan. Turut hadir Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, unsur Forkopimda, bupati dan wali kota terdampak bencana.
Selain itu, turut hadir Penjabat Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut terkait. (KSC)








