KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) perkuat kemandirian Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BP PTS) sekaligus meningkatkan peran dalam program Kampus Berdampak.
Bahkan APPERTI juga mendorong masifnya program gerakan Tobat Ekologis Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk mengubah cara pandang dan agar bersama-sama memulihkan kerusakan alam.
Ketua APPERTI-Sumut, Ir. Indra Gunawan, MP mengungkapkan hal itu, Jumat (11/9/2026) seiring suksesnya digelar Musyawarah Kerja Wilayah APPERTI Sumut yang dirangkaikan seminar nasional.
BACA JUGA: KLH-BPLH Hentikan Tambang Nikel Ilegal di Raja Ampat: 4 Perusahaan Terancam Dicabut Izin
Indra didampingi Sekretaris, Dr. Wardayani SE, MSi dan bendahara, Dato Seri Adil Freddy Haberham SE menyebutkan pada kegiatan dihadiri Menteri LH/Kepala BPLH-RI, Mohammad Jumhur Hidayat sekaligus sebagai keynote speaker itu juga dirangkai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU)
“Alhamdulillah APPERTI Sumut telah menyelenggarakan event yang sangat berarti dan penting bagi PTS yang dihadiri hampir 100 perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumut.
Pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Inna Medan, Sabtu (5/9/2026) itu juga dilakukan pembacaan pernyataan bersama komitmen dan dukungan terhadap program KLH/BPLH RI, Tobat Ekologis Nasional.
“Dengan adanya pernyataan bersama komitmen dan dukungan terhadap program KLH/BPLH RI itu menunjukkan semangat yang tinggi dari kawan-kawan PTS untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup,” ungkap Indra.
Pada seminar nasional mengusung tema Ekosistem Syari’ah, Inisiasi Wakaf Hijau dan Tobat Ekologis Nasional ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dr. Amirsyah Tambunan MA, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang MA, PhD.
Hadir juga Ketua Pembina APPERTI Prof. Dr. Ir. M. Budi Djadmiko MSi, MEI ; Ketua Umum APPERTI, Prof. Dr. Mansyur Ramly SE, MSi, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syari’ah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syari”ah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, SP, MBA, PhD
Selain hadir juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Heri W Marpaung dan akademisi Universitas Negeri Medan, Dr. Bakhrul Khair Amal, MSi.
Pada penandatanganan MoU dengan KLH/ BPLH-RI itu akan ditindak lanjuti dengan penandatanganan kerja sama (PKS) oleh masing-masing PTS, karena kebutuhan berdasarkan visi misi PTS tidak sama.
Penandatanganan MoU dilakukan antara APPERTI Pusat oleh Prof. Dr. Mansyur Ramly SE, MSi dengan Yayasan Wakaf dan Infak Insan Tauhid Bermanfaat (WIITB), Chridono Utomo selaku Ketua Yayasan didampingi sekretaris Fitria Salim.
Kemudian pemaparan produk dari ALTISSIA dan PT Zurich General Takaful Indonesia.
Pada kegiatan itu hadir Ketua APPERTI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar M.A yang juga Ketua Yayasan Wakaf UMI, Wakil Rektor II, Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng, beserta 2 orang dosen.
Turut menyaksikan penandatanganan MoU, Menteri LH/BPLH-RI, Mohammad Jumhur Hidayat, Staf Ahli Menteri Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, Hanifah ST MT, dan Ketua APPERTI Sumut, Ir. Indra Gunawan, MP.
Sementara itu ditambahkan Ketua panitia/bidang hukum APPERTI Sumut, Dr. Dani Sintara SH, MH didampingi sekretaris, Muhammad Taufik Nasution, SH.MH mengatakan, sebelum seminar nasional, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri LH/BPLH-RI yang ditandatangani Sekretaris Utama (Sestama, Rosa Vivien Ratnawati SH M.S.D.
Penandatanganan itu dilakukan dengan rektor/direktur dari 50 PTS di bawah koordinasi APPERTI Sumut, termasuk APPERTI Sulawesi Selatan, Universitas Makassar Islam.
Taufik Nasution yang juga Wakil Sekretaris APPERTI Sumut menjelaskan, musyawarah kerja wilayah APPERTI Sumut kali ini, mengevaluasi program kerja seluruh bidang untuk dirumuskan kembali yang substansinya mendorong kemandirian BP PTS.
Selain itu juga merumuskan masukan/usulan/saran kepada Pemerintah, khususnya Kemendiktisaintek dan Kemendagri.
Dijelaskannya, APPERTI Sumut yang mewadahi BP PTS di lingkungan LLDikti Wilayah akan terus memberikan dukungan kepada BP PTS dalam pendampingan terkait legalitas, perpajakan, termasuk PBB dan tata kelola PT. (KSC)
Reporter: Swisma








