KLIKSUMUT.COM | ACEH BESAR ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyerahkan bantuan senilai Rp3,8 miliar untuk penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sabtu (7/12/2025).
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan bantuan secara langsung kepada Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir. Bantuan ini terdiri dari dana tunai sebesar Rp3 miliar dan bantuan barang senilai Rp895 juta.
Penyambutan di Bandara Sultan Iskandar Muda
Khofifah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda bersama Sekretaris Daerah Jawa Timur, Adhy Karyono, Sabtu pagi. Sekda Aceh M. Nasir secara langsung menyambut kedatangan rombongan.
Turut hadir dalam penyambutan Khofifah Indar Parawansa tersebut, Anggota DPRA Aiyub Abbas, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Fadmi Ridwan, Kepala Biro Adpim Akkar Arafat, serta Juru Bicara Posko Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin.
Jenis Bantuan dan Distribusi
Pemprov Jatim membawa bantuan barang berupa perlengkapan pangan, alat masak, kebutuhan keluarga, perlengkapan bayi, dan alat kebersihan. Pemerintah Aceh akan mendistribusikan semua bantuan ke kabupaten yang terdampak paling parah.
BACA JUGA: Wagub Sumut dan Gubernur Jatim Tinjau Posko Bencana Langkat
Selain itu, Jawa Timur juga mengirim tim Tagana yang saat ini berada di Aceh Tamiang untuk mendukung penanganan darurat bersama Kementerian Sosial.
Dalam kunjungannya, Khofifah juga terjadwal meninjau beberapa titik bencana di Pidie Jaya, Aceh.
Apresiasi dan Kondisi Terkini Lapangan
Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim. Solidaritas antarprovinsi sangat membantu mempercepat penanganan di lapangan dan meringankan beban masyarakat terdampak.
BACA JUGA: Badko HMI Desak Presiden Prabowo Tetapkan Bencana Nasional Banjir Bandang
“Setiap dukungan sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berjuang di tengah kondisi darurat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBA Fadmi Ridwan melaporkan bahwa beberapa wilayah, termasuk kawasan Dataran Tinggi Gayo, masih terisolir akibat kerusakan akses jalan. Hingga kini, transportasi udara menjadi satu-satunya jalur untuk mencapai wilayah tersebut. (KSC)
REPORTER: Adli Safwan








