KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pemerintah bergerak cepat menindak kenaikan harga daging sapi karkas yang sempat mencapai Rp110.000 per kilogram (kg) oleh salah satu distributor. Setelah mendapat teguran, harga tersebut dipastikan kembali turun menjadi maksimal Rp107.000 per kg hingga Idulfitri mendatang.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran, saat permintaan daging sapi dari masyarakat biasanya meningkat tajam.
Pengelola Rumah Potong Hewan (RPH) Sinar Mulya Tengki, Ibnu Abbas, mengatakan pihaknya telah memberikan teguran kepada distributor yang menaikkan harga secara sepihak.
“Kami sudah melakukan teguran kepada CV Keysya terkait kenaikan harga sepihak dan kami meminta per tanggal 11 Maret malam, harga sudah turun menjadi Rp107.000 per kilogram dalam bentuk karkas. Kami akan memantau secara maksimal sampai hari raya nanti,” ujar Ibnu Abbas usai rapat bersama Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan pelaku usaha pangan tidak diperbolehkan menaikkan harga secara sepihak, terutama dalam momentum Ramadan hingga Idulfitri.
Menurutnya, pemerintah telah menetapkan standar harga mulai dari tingkat feedloter, rumah potong hewan hingga pengecer agar masyarakat tetap dapat mengakses daging sapi dengan harga wajar.
“Kami pahami sesuai arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman, bahwa harga daging sapi harus dijaga untuk masyarakat. Jika ada yang melanggar, pemerintah akan mengambil tindakan tegas dan terukur,” kata Ketut.
Selain melakukan pengawasan harga, pemerintah juga menggencarkan operasi pasar untuk memastikan ketersediaan daging sapi dengan harga terjangkau.
Ketut mengungkapkan, BUMN pangan seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari telah berkomitmen menyalurkan daging sapi melalui operasi pasar hingga Idulfitri.
BACA JUGA: Cadangan Pangan Nasional Aman 324 Hari, Bapanas Pastikan Stok Beras RI Sangat Kuat
“Stok daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Jadi pemerintah tidak hanya memastikan harga di pasar stabil, tetapi juga memperluas akses pangan murah,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan Bapanas, harga daging sapi nasional selama Ramadan relatif terkendali. Sebelum Ramadan, harga sempat menyentuh Rp143.048 per kg pada 15 Februari 2026.
Namun per 11 Maret 2026, harga tersebut mulai turun sekitar 1,64 persen menjadi Rp140.698 per kg.
Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan tren positif. Pada pekan pertama Maret 2026 terdapat 48 kabupaten/kota yang mengalami penurunan harga daging sapi, meningkat dibanding pekan-pekan sebelumnya di Februari yang berkisar antara 19 hingga 25 daerah.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang memicu kenaikan harga.
Ia bahkan mengancam mencabut izin impor bagi feedloter atau produsen yang terbukti menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kalau ada produsen menaikkan harga, khususnya feedloter yang menaikkan sapi bakalan, kami cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi. Kenaikan harga ini ada di distributor besar atau middleman,” tegas Amran.
Ia juga meminta Satgas Pangan untuk menindak tegas pedagang perantara yang diduga menjadi penyebab anomali harga daging sapi di pasar.
BACA JUGA: Bapanas Pertahankan Kewajaran Harga Wujudkan Ramadan Nyaman Bersama
Di sisi lain, pemerintah memastikan ketersediaan daging sapi dan kerbau secara nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Bapanas memproyeksikan kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau pada Maret 2026 mencapai sekitar 65,8 ribu ton. Sementara total ketersediaan nasional diperkirakan mencapai 226 ribu ton, sehingga pasokan dinilai aman.
Dengan langkah pengawasan harga dan operasi pasar yang terus digencarkan, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh daging sapi berkualitas dengan harga yang stabil menjelang Hari Raya Idulfitri. (KSC)
TIM REDAKSI








