KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pemerintah memastikan kondisi ketersediaan pangan nasional berada dalam posisi aman dan kuat. Hal ini ditegaskan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, yang menyebut cadangan pangan Indonesia saat ini mampu bertahan hingga 324 hari ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam konferensi pers mengenai kondisi pangan nasional yang digelar di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
“Cadangan kita sampai dengan hari ini tersedia hingga 324 hari. Mulai dari cadangan Bulog sekitar 3,7 juta ton, kemudian standing crop sekitar 11,73 juta ton, sehingga totalnya bisa bertahan hingga 324 hari,” ujar Amran.
Amran menegaskan, kekuatan stok pangan Indonesia saat ini tidak terlepas dari produksi domestik yang tinggi serta cadangan yang tersebar di berbagai lini rantai pasok.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa ketahanan pangan nasional berada pada level yang sangat baik.
BACA JUGA: Galaxy S26 Series Tiba di Tangan Konsumen, Samsung Gelar Galaxy Unboxing Day!
“Produksi kita bagus. Stok kita juga kuat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” katanya.
Berdasarkan data pemantauan stok pangan nasional, total ketersediaan beras di Indonesia saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton.
Rinciannya meliputi: 12,50 juta ton berada di rumah tangga masyarakat. 3,7 juta ton tersimpan di gudang Perum Bulog sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). 11,73 juta ton merupakan standing crop atau padi yang siap panen
Distribusi stok ini menunjukkan bahwa ketersediaan beras tidak hanya bergantung pada cadangan pemerintah, tetapi juga tersebar di berbagai pelaku dalam rantai pasok pangan, mulai dari rumah tangga, penggilingan padi, hingga pedagang.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional terus memantau kondisi produksi dan stok pangan secara berkala guna memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.
BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Ancaman El Nino dan Geopolitik Global
“Yang penting adalah memastikan produksi berjalan baik dan stok tersedia. Dengan kondisi itu, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Amran.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat sistem cadangan pangan nasional sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang momen peningkatan konsumsi masyarakat seperti Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Dengan dukungan produksi domestik yang kuat serta cadangan yang memadai, pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi secara aman, stabil, dan berkelanjutan. (KSC)
TIM REDAKSI





