Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Ancaman El Nino dan Geopolitik Global

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Ancaman El Nino dan Geopolitik Global
Pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan nasional tetap terjaga meskipun dunia saat ini dihadapkan pada dinamika geopolitik global serta potensi tantangan iklim berupa fenomena El Nino pada tahun 2026.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan nasional tetap terjaga meskipun dunia saat ini dihadapkan pada dinamika geopolitik global serta potensi tantangan iklim berupa fenomena El Nino pada tahun 2026.

Produksi pangan domestik yang terus berjalan secara berkelanjutan menjadi faktor utama dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman meskipun terdapat peringatan potensi kekeringan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Ada dua hal yang kita hadapi, kondisi geopolitik memanas dan pengumuman BMKG terkait potensi kekeringan akibat El Nino. Dua-duanya harus kita jawab,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi fenomena El Nino yang lebih kuat pada tahun sebelumnya dan berhasil melewatinya tanpa krisis pangan.

“Kita sudah pernah menghadapi El Nino yang paling dahsyat pada 2023, dan Alhamdulillah kita bisa lolos,” katanya.

Ketahanan pangan nasional saat ini didukung oleh produksi dalam negeri yang terus berlangsung serta cadangan pangan yang tersebar di berbagai titik rantai pasok nasional.

BACA JUGA: Pre Order Samsung Galaxy S26 Series Sekarang, Mulai Dari Rp600 Ribuan Per Bulan Untuk Nikmati Inovasi Terbaru Galaxy

Amran mengungkapkan, stok pangan nasional saat ini diperkirakan mampu bertahan hingga 10,7 bulan atau sekitar 324 hari.

Sementara itu, cadangan beras yang dikelola oleh Perum Bulog mencapai 3,7 juta ton. Angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring masuknya masa panen raya di sejumlah daerah.

Pemerintah juga memastikan produksi pangan nasional berjalan secara konsisten setiap bulan. Produksi beras nasional saat ini berada pada kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 2,5 juta ton per bulan.

Dengan kondisi tersebut, keseimbangan antara pasokan dan permintaan dipastikan tetap terjaga.

“Setiap bulan kita produksi 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Sedangkan kebutuhan kita 2,5 juta ton per bulan. Jadi insyaallah pangan aman,” tegas Amran.

Selain menjaga ketersediaan stok pangan, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.

Salah satu strategi utama adalah program pompanisasi lahan pertanian yang menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan. Tahun ini pemerintah juga menambah cakupan sekitar 1 juta hektare lahan tambahan guna memastikan ketersediaan air selama musim kemarau.

BACA JUGA: Fitch Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Terjaga

Program tersebut meliputi pemanfaatan air dari sungai, pembangunan sumur dalam, serta sumur dangkal di berbagai wilayah sentra produksi pangan.

“Tidak usah risau dengan El Nino sekarang, ini lebih lemah daripada sebelumnya. Insyaallah kita bisa hadapi,” kata Amran.

Dengan kesiapan infrastruktur pertanian dan produksi pangan yang stabil, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga sepanjang tahun 2026. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait