Pascakebakaran Hutan Lindung Sungai Harapan, Tim Gabungan Patroli Cegah Kebakaran Hutan di Batam

Pascakebakaran Hutan Lindung Sungai Harapan, Tim Gabungan Patroli Cegah Kebakaran Hutan di Batam
PATROLI CEGAH KARHUTLA: Tim gabungan patroli pascakebakaran hutan lindung Sungai Harapan Batam fokus cegah kebakaran lanjutan dan edukasi warga. (FOTO: Dalil Harahap)

KLIKSUMUT.COM | BATAM ~ Pascakebakaran Hutan Lindung Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam yang terjadi beberapa hari lalu, tim gabungan lintas instansi meningkatkan patroli untuk mencegah kebakaran lanjutan dan meminimalisir bencana serupa, Jumat (27/3/2026).

Kebakaran yang terjadi menghanguskan sekitar 2 hektare kawasan hutan lindung di sekitar pemakaman Sei Temiang, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Personel Polsek Sekupang bersama tim Manggala Agni bergerak cepat menanggulangi api setelah menerima laporan masyarakat.

Kapolsek Nongsa Kompol Eriman memimpin patroli sebagai Padalwil, mengumpulkan Satbrimob, Ditpolair, Ditsamapta, Polsek Nongsa, Ditpam BP Batam, dan unsur Damkar di titik depan Mapolda Kepri untuk apel kesiapan sebelum berangkat. Koordinasi awal ini dilakukan sebagai langkah integrasi strategi pengawasan pascakebakaran hutan lindung di Batam.

BACA JUGA: Hutan Lindung Terbakar di Batam, 2 Hektare Lahan Alami Kerusakan

Sekira pukul 09.30 WIB tim gabungan menyusuri rute yang telah ditentukan, meliputi Jalan Hang Jebat, Jalan Hang Lekiu, hingga sekitar Waduk Sambau, Nongsa, area yang berpotensi rawan kebakaran hutan.

Tim menemukan dampak langsung dari kebakaran sebelumnya saat tiba di lokasi yang terindikasi mengalami kerusakan lahan dan berkoordinasi dengan petugas pemadam yang hadir lebih awal sehingga proses kontrol api dapat berjalan cepat dan efektif.

Strategi Preventif dan Koordinasi Masyarakat

Tim juga mengadakan diskusi dengan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam dan perangkat masyarakat setempat, termasuk Ketua RT dan RW, untuk menggali informasi penyebab kebakaran dan menyusun langkah pencegahan berkelanjutan di masa mendatang. Pendekatan ini menjadi inti strategi terpadu dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di kota Batam.

BACA JUGA: Kebakaran Hebat di Aceh Selatan, 13 Ruko Hangus Dilalap Api

Bacaan Lainnya

Selain pemadaman, patroli mengedepankan upaya preventif seperti imbauan kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, menguatkan kesiapsiagaan personel, serta memperkuat sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan.

Dalam evaluasi pascakegiatan, sesi apel konsolidasi diadakan pukul 11.30 WIB untuk menilai pelaksanaan patroli secara keseluruhan. Kesimpulannya, kegiatan berjalan aman dan kondusif, serta menunjukkan respons cepat dan kolaboratif tim gabungan dalam menghadapi ancaman karhutla di Batam.

Polsek Lubuk Baja Mediasi Konflik Pembakaran Sampah

Di lokasi terpisah, personel Polsek Lubuk Baja merespons laporan masyarakat melalui layanan 110 terkait perselisihan akibat pembakaran sampah sembarangan. Tim yang terdiri dari Pawas, Patroli Batara Biru Baja, Reskrim, dan Intel segera mendatangi TKP untuk meredam konflik.

BACA JUGA: Maraknya Perambahan Hutan Lindung di Desa Pardomuan, Ancaman Serius bagi Ekosistem dan Masyarakat

Petugas melakukan mediasi dengan menghadirkan kedua pihak yang berselisih. Dengan pendekatan persuasif dan humanis, masalah berhasil diselesaikan secara damai tanpa eskalasi, dan kedua pihak sepakat saling memaafkan.

Polsek Lubuk Baja menegaskan komitmen pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya dalam hal penanganan karhutla tetapi juga menjaga ketertiban sosial dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif di wilayah hukum Polsek Lubuk Baja. (KSC)

REPORTER: Dalil Harahap

Pos terkait