REPORTER: Dinda Meyla Sari
KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Dalam rangka memperkuat ketahanan dan ketersediaan pangan nasional, Polres Asahan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan menggelar panen raya jagung di Desa Perhutaan Silau, Kecamatan Pulo Bandring, Sabtu (27/9/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Dengan total luas lahan mencapai 10 hektare, panen raya ini tak hanya menjadi simbol keberhasilan petani lokal, namun juga wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan berbasis kemandirian daerah.
Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, menegaskan bahwa panen raya jagung ini merupakan bagian dari program unggulan Polri kuartal III tahun 2025. Menurutnya, penguatan pangan lokal melalui komoditas jagung menjadi instruksi langsung Kapolri dalam menjawab tantangan ketersediaan pangan nasional.
BACA JUGA: Pemkab Asahan Kukuhkan Pengurus LLI 2023–2028: Wujudkan Lansia Aktif, Mandiri, dan Bermartabat
“Melalui budidaya jagung, kita ingin memastikan cadangan pangan tetap aman, harga stabil, dan petani memperoleh keuntungan yang layak. Polres Asahan bersama Forkopimda siap mendukung penuh program ini sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ujar AKBP Revi.
Dalam sambutannya, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat tani dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ia menilai jagung memiliki potensi besar sebagai komoditas strategis dalam memperkuat ekonomi petani sekaligus menjaga suplai bahan pangan pokok.
BACA JUGA: BRI Tanjungbalai Ajak Karyawan Hidup Sehat Lewat Olahraga
“Panen raya ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan pertanian lokal, tetapi juga mengangkat kesejahteraan petani. Dengan dukungan semua pihak, Kabupaten Asahan siap menjadi lumbung jagung yang mendukung swasembada pangan nasional,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Polres Asahan dan Forkopimda akan mendorong perluasan lahan tanam jagung, memperkuat pendampingan teknis untuk petani, serta membuka akses pasar yang lebih luas dan menguntungkan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing jagung lokal serta menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi pangan nasional. (KSC)








